JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Rumah kontrakan di lingkungan padat penduduk, Lingkungan Tegalsari, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat terbakar, Rabu (1/11/2023) sore. Beruntung, sepuluh orang penghuni kontrakan berhasil selamat dari kejadian itu.
Pantauan di lokasi, api berkobar hebat di bagian atap dan di dalam rumah, hingga membuat kepanikan warga sekitar. Bahkan, salah satu penghuni rumah seorang ibu dan anaknya menangis histeris melihat kondisi rumahnya yang hangus dilalap api.
Menurut salah satu anak penghuni kontrakan, Euis, insiden kebakaran itu terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Api pertama kali diketahui oleh orangtua Euis, saat akan memasukan motor ke dalam rumah.
“Saya sedang beres-beres rumah kontrakan orangtua saya, mencium bau asap. Tapi saya pikir dari kebun. Terus bapak saya keluar mau masukin motor karena mendung mau hujan. Nah disitu ketahuan sama bapak saya ada api di dalam kontrakan sebelah,” kata Euis.
Euis sendiri mengaku tidak tahu awal api berasal dari mana. Mengetahui api membesar, ia langsung menyelamatkan diri. Puluhan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut juga ikut membantu menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.
“Saya langsung menyelamatkan orangtua saya,” imbuhnya.
Dalam satu bangunan tersebut, terdiri dari 3 kontrakan yang diisi tiga keluarga, dan sepuluh jiwa.
“Yang diujung bertiga, orangtua saya berdua sama cucu, yang satu lagi lima orang,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala UPT Damkar Wilayah Kota, Arifin Rachmat mengatakan, pihaknya yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kebakaran. Penanganan kebakaran dilakukan dengan menerjunkan 2 unit mobil Damkar, BPBD, Satpol PP, Tagana, TNI Polri, serta masyarakat.
Beruntung api bisa dipadamkan total sekira 1 jam kemudian sehingga tak semua bagian bangunan terbakar. Sementara api pertama kali muncul dari ruang dapur.
“Kendala kami sumber air yang cukup jauh, sehingga butuh waktu untuk mengisi ulang. Sementara dugaan sementara penyebab kebakaran kemungkinan korsleting listrik, tapi ini belum pasti,” kata Arifin.







