JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui berbagai inovasi dan sinergi lintas sektor.
Salah satunya lewat program unggulan “Starbak” (Satu Hektare Buruh Tani Bangkit), yang diperkenalkan langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, dalam talkshow peringatan Hari Pangan Nasional di Seehouse Coffee and Space, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (19/10/2025).
Acara talkshow yang dipandu oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Barat, Ridwan Marwansyah, ini menjadi forum diskusi strategis mengenai arah kebijakan pangan berkelanjutan di Sumedang.
Tema utama mencakup sinergi antara sektor pertanian, lingkungan, dan industri dalam menjaga ekologi serta kemandirian pangan lokal.
Program Starbak: Dorong Buruh Tani Kelola Lahan Desa
Dalam paparannya, Fajar menjelaskan bahwa “Starbak” merupakan terobosan untuk memberdayakan buruh tani yang tergabung dalam kelompok tani desa. Mereka diberi akses untuk menggarap lahan milik desa dengan dukungan pupuk dan alat pertanian dari pemerintah daerah.
“Dengan Starbak, kami ingin buruh tani bangkit dan mandiri. Lahan milik kas desa dimanfaatkan, dan pemerintah bantu penyediaan pupuk serta beberapa alat mesin pertanian (alsintan),” kata Fajar.
2026, Fokus Penyaluran Pupuk untuk Petani
Pemkab Sumedang, kata Fajar, akan memprioritaskan distribusi pupuk pada tahun 2026. Ia menyoroti masih adanya hambatan birokrasi yang menyulitkan petani dalam mengakses pupuk bersubsidi.
“Kadis Pertanian harus berani membuat terobosan agar distribusi pupuk tidak menjadi masalah lagi. Kami ingin petani mudah mendapatkan pupuk,” ujarnya.
Kolaborasi Forkopimda Tanam Pangan Strategis
Lebih lanjut, Fajar menyoroti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjaga ketersediaan pangan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Polres Sumedang dan Kodim 0610 dalam program penanaman pangan strategis.
“Kami tanam Ubi Cilembu di dalam polybag, juga padi dan jagung. Ini bagian dari sinergi Forkopimda untuk memperkuat ketahanan pangan lokal,” jelasnya.
Gerakan Pasar Murah Redam Gejolak Harga
Untuk mengendalikan fluktuasi harga bahan pokok, Pemkab Sumedang rutin menggelar Gerakan Pasar Murah. Kegiatan ini menjual kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak, dan bumbu dapur dengan harga terjangkau, bekerja sama dengan berbagai vendor lokal.
Petani Milenial Jadi Harapan Baru
Kepala Dinas Pertanian Sumedang, Tono Suhartono, menambahkan bahwa kehadiran petani milenial membawa semangat baru dalam dunia pertanian. Menurutnya, mereka lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi pertanian modern.
“Kami terus mendorong regenerasi petani. Petani milenial yang paham teknologi adalah masa depan pertanian Sumedang,” katanya.
Acara talkshow turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Agus Kori Hidayat, serta sejumlah pelaku UMKM yang aktif dalam pengembangan produk pangan lokal. (**)







