JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Akses jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Sumedang dengan Subang, di Blok Cikondang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terputus akibat tertutup longsor, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Material longsoran berupa tanah bercampur lumpur dan bebatuan dari tebing setinggi kurang lebih 40 meter, menimbun badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan. Dalam rekaman video amatir, terlihat pengendara roda empat terpaksa memutar balik karena jalur tertutup total.
Salah seorang warga, Aan (43) mengaku harus berjalan kaki demi melanjutkan perjalanan. Lantaran, motor yang ditumpangi bersama anaknya terjebak material longsor.
“Saya mau pulang ke Neglasari dari Alun-alun Sumedang, saya jalan kaki itu bawa motor dan bawa anak takut jatuh,” kata Aan.
Meski terdapat jalur alternatif, Aan menyebut jaraknya cukup jauh, sehingga tetap memaksakan melintas dengan berjalan kaki.
“Ada jalan lain tapi jauh, sekarang memaksakan jalan kaki karena sedikit lagi,” ucapnya.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, aparat desa, dan Kecamatan bersama warga setempat, berjibaku membersihkan material longsor secara manual sambil menunggu alat berat.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sumedang, Indra Rahadian mengatakan, longsor di titik tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan hasil peninjauan, tinggi material longsoran diperkirakan mencapai 40 meter dengan lebar sekitar 15 meter.
“Saat ini kami bersama petugas gabungan sedang melakukan penanganan. Ketinggian longsoran diperkirakan kurang lebih 40 meter, lebarnya kurang lebih 15 meter,” kata Indra.
Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab longsor berasal dari kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi di bagian atas tebing, yang terdapat saluran air serta area persawahan, sehingga memicu pergerakan tanah.
“Penyebab dari longsor ini, setelah kita cek ke atas ke mahkota longsoran, di sana ada saluran air dan ada sawah juga di atas, sehingga menyebabkan longsor, ditambah curah hujan yang tinggi juga di wilayah ini yang terus menerus,” tambahnya.
Selama proses evakuasi, kata Indra, petugas memberlakukan buka tutup jalur agar bisa dilalui secara terbatas meski harus berhati-hati. Rencananya petugas akan menurunkan alat berat, agar material longsor dapat dievakuasi secepatnya, hingga jalan tersebut bisa di lalui secara normal.
“Kami mengimbau untuk para pengendara baik roda 2 maupun roda 4 yang menuju arah Subang begitu sebaliknya, harap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan longsor, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi,” pungkas Indra.







