Beranda / Sumedang Majalengka / Sumedang / Tradisi Ngagogo Lauk di Sumedang Diserbu Warga

Tradisi Ngagogo Lauk di Sumedang Diserbu Warga

Tradisi Ngagogo Lauk di Sumedang Diserbu Warga

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Ribuan warga memadati area kolam reservoir di depan Masjid Al Kamil, kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Jawa Barat,m pada Rabu (15/4/2026).

Mereka antusias mengikuti tradisi “ngagogo lauk”, atau menangkap ikan dengan tangan kosong sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448 tahun.

Suasana semakin meriah saat panitia mulai menebar sekitar dua kuintal ikan ke dalam kolam setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Warga yang telah menunggu sejak awal langsung berbondong-bondong turun ke kolam untuk menangkap ikan. Tidak hanya kaum pria, kegiatan ini juga diikuti oleh perempuan dan anak-anak yang tampak bersemangat.

Meski tidak mudah menangkap ikan dengan tangan kosong di tengah kerumunan, para peserta tetap menikmati momen tersebut. Salah satu warga, Cana, mengaku harus bersaing dengan banyak orang untuk mendapatkan ikan. Ia berhasil membawa pulang enam ekor ikan yang rencananya akan dikonsumsi bersama keluarga.

“Ramai sekali ngambilnya juga ngga terlalu susah, karena banyakan orang. Kalau orangnya sedikit mah pasti susah apalagi kolam sebesar ini,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Cucu yang berangkat sama adiknya merasa terhibur meski mengalami kesulitan karena kedalaman kolam. Baginya, pengalaman tersebut tetap menyenangkan dan menjadi hiburan tersendiri.

“Perasaannya bahagia alhamdulilah terhibur. Ngambilnya sulit jero balong nya (dalam kolamnya) Saya dapat empat ekor ikan mas,” ujar Cucu.

Untuk menunjang kenyamanan peserta, panitia menyediakan fasilitas bilas berupa dua mobil tangki air yang disiapkan oleh BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sumedang.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antar warga sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi dan budaya lokal.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *