JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengambil langkah cepat dengan merelokasi dua rumah warga yang terdampak bencana longsor di Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Sumedang, Marlina mengungkapkan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung serta asesmen untuk menentukan lokasi relokasi yang tepat bagi para korban.
“Hasil pengecekan menunjukkan ada dua rumah yang harus direlokasi demi keselamatan warga,” kata Marlina, Jumat (10/4/2026).
Marlina menambahkan, proses relokasi ini melibatkan koordinasi lintas instansi guna mempercepat pembangunan kembali hunian bagi warga terdampak. Menurutnya, kedua rumah tersebut akan dibangun di lahan yang masih tersedia dari proyek relokasi sebelumnya.
“Di lokasi ini sebelumnya sudah dibangun tujuh rumah relokasi, dan masih ada lahan yang cukup untuk dua rumah tambahan tanpa perlu pengadaan tanah baru,” jelasnya.
Selain itu, Disperkimtan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang untuk memastikan seluruh tahapan relokasi berjalan sesuai ketentuan. Data BPBD menunjukkan bahwa sekitar 70 persen wilayah Desa Mekar Rahayu tergolong rawan bencana, khususnya longsor.
“Pak Bupati juga mengingatkan seluruh kepala desa dan Camat di Kabupaten Sumedang untuk mengedukasi warganya. Jika lingkungan rumah berpotensi longsor, warga diminta mengungsi sementara ke rumah aman,” ucapnya.
Pemerintah juga telah meminta aparat kecamatan dan kepolisian setempat untuk aktif mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan, terutama saat musim hujan.
Melalui upaya ini, Pemkab Sumedang berharap masyarakat dapat kembali tinggal di lingkungan yang lebih aman, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“BPBD dan pihak terkait akan terus melakukan kajian sehingga kejadian serupa bisa diantisipasi. Saya sendiri sebelumnya belum pernah mendengar longsor terjadi di wilayah Mekar Rahayu. Kejadian ini terjadi karena kondisi alam yang tidak terduga,” pungkasnya.







