Beranda / Sumedang Majalengka / Sumedang / Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor di Cisalak

Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor di Cisalak

Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor di Cisalak

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hari kedepan, dalam penanganan pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor di Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Minggu (4/5/2025).

Sementara itu warga yang rumahnya terancam pergerakan tanah tersebut, mulai diungsikan ke Kantor Desa Cisalak. Bantuan berupa makanan, tempat tidur serta logistik lainnya pun langsung disalurkan posko bencana, di Kantor Desa Cisalak.

Bupati Sumedang, Dony ahmad munir meninjau langsung lokasi pergerakan tanah yang memutus ruas jalan Kabupaten sepanjang 50 meter terbawa longsor. Akibatnya, akses utama menuju Dusun Marasa Desa Cisalak terputus, sehingga warga harus melalui jalan alternatif lainnya yang lebih jauh.

Menurut Dony, hujan lebat yang terjadi pada Sabtu malam menjadi penyebab utama pergerakan tanah.
“Kami sudah meminta Badan Geologi untuk segera melakukan kajian terkait kondisi kontur tanah di sini,” ujar Dony.

Ia menambahkan bahwa temuan adanya lubang air di bawah longsoran memperburuk situasi, yang diduga menjadi adanya potensi pergerakan tanah lebih lanjut. Sementara itu, pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengungsikan warga yang rumahnya terancam longsor.

Sebanyak 13 rumah dan 20 Kepala Keluarga (KK), sekitar 100 jiwa, telah dievakuasi ke Gor Desa Cisalak untuk keselamatan mereka.

“Kami sudah menyiapkan logistik, seperti beras dan makanan siap saji, yang disediakan dalam dapur umum mandiri, bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten maupun Provinsi,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko bencana lebih lanjut, rumah warga yang terdampak longsor sementara ini dikosongkan dan tidak boleh ditempati.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menginformasikan potensi bencana kepada masyarakat. Pemkab Sumedang menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama

“Jadi kita akan terus menginformasikan kondisi cuaca dari BMKG sehingga nanti bu Kades dan jajarannya memastikan di sekitar rawan longsor ini khususnya rumah-rumah yang ada tidak boleh di huni. Jadi utamakan kan keselamatan jiwa terlebih dahulu,” ujarnya.

Dony menuturkan, setelah kajian lebih lanjut dari Badan Geologi untuk penanganan pergerakan tanah secara menyeluruh, Pemda Sumedang akan merencanakan langkah penanganan yang sesuai, termasuk perbaikan jalan yang rusak akibat longsor.

“Kemudian kedepannya ini akan jadi prioritas setalah ada kajian dari Badan Geologi, kita akan tangani setelah ada rekomendasi dari Badan Geologi untuk perbaikan jalan yang tergusur longsor ini,” tuturnya.

Langkah tanggap darurat ini diambil, kata Dony, mengingat potensi ancaman yang masih dapat meluas, mengingat adanya aliran air yang dapat memperburuk kondisi tanah di lokasi bencana.

“Setelah saya tinjau ke lokasi sangat mengkhawatirkan. Makanya kami sudah memusyawarahkan kita lakukan tanggap darurat bencana. Kan dari sisi potensi rawan bencananya dikhawatirkan bisa melebar apalagi di bawahnya ada air mengalir sehingga saya putuskan bencana pergeseran tanah di Desa Cisalak ini statusnya tanggap darurat,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *