Beranda / Sumedang Majalengka / Sumedang / Kekeringan, Warga di Sumedang Bikin Kubangan di Sungai Kering

Kekeringan, Warga di Sumedang Bikin Kubangan di Sungai Kering

Kekeringan, Warga di Sumedang Bikin Kubangan di Sungai Kering, JurnalSuma

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Krisis kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau tahun ini kian parah. Sejumlah warga Desa Ambit Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, bahkan terpaksa membuat kubangan di Sungai Cicapar yang mengering. Mereka memanfaatkan sisa-sisa air sungai untuk mandi dan mencuci.

Pantauan di lapangan Senin (16/10/2023), kondisi Sungai Cicapar saat ini nyaris kering kerontang. Terdapat beberapa kubangan kecil di wilayah Desa Ambit yang dibuat warga untuk memenuhi kebutuhan air.

Menurut warga, Yaya, dirinya setiap pagi dan sore mandi di kubangan yang dibuat di dasar Sungai Cicapar berdiameter sekira 1,5 meter, dengan kondisi air yang sedikit menghijau karena lumut. Selain itu, Yaya juga kerap menggunakan air kubangan untuk menyiram sawahnya.

Kekeringan, Warga di Sumedang Bikin Kubangan di Sungai Kering, JurnalSuma

“Saya mandi di sini karena nggak ada tempat lagi, sumur-sumur pada kering,” kata Yaya.

Yaya menuturkan, saat ini sumur-sumur warga air nya menyusut drastis akibat musim kemarau panjang. Adanya program Pamsimas juga belum mampu memenuhi kebutuhan air semua warga.

“Di rumah ada air di sumur tapi sedikit nggak cukup kalau dipakai mandi dipakai nyuci. Jadi di sini sengaja bikin kubangan-kubangan untuk menutupi kesulitan air di rumah,” ujarnya.

Kekeringan, Warga di Sumedang Bikin Kubangan di Sungai Kering, JurnalSuma

Dikatakan warga lainnya, Wawan, selain mandi, dirinya juga mengambil air kubangan untuk keperluan mandi dan mencuci di rumah. Setiap pagi dan sore Wawan mengambil air dari kubangan masing-masing dua jerigen besar.

“Sudah sejak tiga bulan kekeringan. Airnya bersih, bagus. Dibawa ke rumah untuk nyuci piring,” ucapnya.

Kondisi kekeringan Sungai Cicapar, kata warga, sudah rutin terjadi tiap musim kemarau. Namun tahun ini dirasa cukup parah dari tahun sebelumnya.

Hingga saat ini ratusan warga yang krisis air bersih belum menerima distribusi bantuan air bersih. Selain air bersih, warga juga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *