Empuk dan Lembut Roti Ubi Cilembu Hasil Kreasi Peserta PKW di Sumedang
JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Ubi cilembu menjadi salah satu komoditas pangan unggulan bagi Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Komoditas ini terkenal nikmat saat dipanggang atau oven. Namun, Ubi Cilembu juga dapat diolah menjadi beragam produk makanan lainnya.
Salah satunya menjadi sebuah produk roti, seperti hasil kreasi dari para peserta Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang membuat inovasi melalui program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, yang digelar Lembaga Pendidikan Komputer dan Manajemen Actual (LPKMA) Sumedang.
Para peserta memilih ubi cilembu untuk diolah menjadi isian sebuah roti. Dalam pelaksanaanya, para peserta didampingi instruktur untuk membuat olahan roti ubi cilembu yang menjadi salah satu komoditas pangan khas Sumedang. Mulai dari tahap menyiapkan bahan adonan, hingga tahapan membuat roti tahapan membuat roti ubi cilembu yang lezat.

Salah satu peserta, Rosi Siti Rosdiah mengaku senang mengikuti PKW, yang selanjutnya akan diaplikasikan dalam menjalankan usahanya nanti.
“Iya senang banget, soalnya memang pengen bangeut belajar usaha. Karena selain membuat produk makanan, di sini (LPKMA) nanti kita sudah diajarkan bagaimana cara kita berbisnis dan bagaimana mengelola keuangan dalam bisnis,” kata Rosi.
Selaku Instruktur Tata Boga LPKMA, Dila Nurfadila mengatakan, roti ubi cilembu merupakan sebuah inovasi produk pesertanya pada tahun 2021. Kelebihan dari roti cilembu adalah cita rasanya yang khas, yang mengangkat kearifan lokal dari Sumedang yang dikenal sebagai penghasil ubi cilembu.
“Kami sebelumnya pernah memakai bahan ubi lain tapi rasanya tidak seenak ubi cilembu, jadi roti cilembu ini memang punya rasa yang khas,” kata Dila.
Dila menuturkan, ada beberapa tahapan dalam membuat roti ubi cilembu. Tahapan pertama, pengukusan terhadap bahan ubi yang telah disiapkan. Setelah itu, ubi yang telah dikukus kemudian ditumbuk sampai halus. Kemudian, membuat adonan roti dengan bahan dasar berupa tepung terigu, gula, garam, margarin dan bahan lainnya.

“Lalu masukan madu dan gula ke dalam ubi yang telah ditumbuk lalu aduk-aduk hingga rata, dan selimuti adonan ubi yang sebelumnya dibuat dengan bahan roti itu. Kemudian baluri dengan tepung ubi ungu, yang kemudian di panggang atau oven,” tuturnya.
Sementara itu Pimpinan LPKMA Sumedang, Eti Rusmiati menjelaskan, program PKW tipe A atau level platinum dari Kemendikbudristek, diikuti 40 peserta berusia 17 sampai 25 tahun yang sebelumnya lolos seleksi.
40 peserta ini, tambah Eti, menjalani pendidikan dan pelatihan selama 280 jam atau sekitar 2 bulan sejak program dibuka.
“Untuk program PKW kami diberikan kepercayaan itu selama 280 jam, berarti sekitar 47 hari. Para peserta melaksanakanya itu per hari 6 jam, karena kan kalau pembuatan roti membutuhkan waktu yang lama,” kata Eti.
Pada pelaksanaan PKW jenis keterampilan Bakery dan Street Food, para peserta memilih ubi cilembu khas Sumedang untuk diolah menjadi roti yang kini sudah banyak dipesan konsumen.
Selama PKW, peserta dilatih Soft Skill mulai dari karakter wirausaha, pola pikir, tata kelola keuangan, hingga pemasaran yang diharap dapat menjadikan wirausahawan sukses.







