JURNAL SUMA.COM., MAJALENGKA – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah di tahun ini, keluarga besar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI SUMA) Sumedang-Majalengka, menyebelih satu ekor sapi yang dilakukan di Sekretariat IJTI SUMA Majalengka, Jawa Barat, Minggu (10/7/2022). Penyembelihan hewan kurban satu ekor sapi yang dilaksanakan IJTI SUMA tersebut merupakan pertama kali dilakulan, pasca pandemi Covid-19 yang mewabah selama 2 tahun lamanya.
Namun, dari yang biasanya daging kurban dibungkus kantong kresek plastik, daging kurban milik keluarga besar IJTI SUMA pada momen Hari Raya Idul Adha tahun ini, mereka menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban tersebut. Daging kurban yang sudah terbungkus dengan daun jati, dibagikan langsung ke warga Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Wakil Ketua IJTI SUMA, Moch Zeni Johadi mengatakan, pihaknya akan menyalurkan sebanyak 300 lebih daging kurban kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya. Selain itu, pembagian daging kurban juga dilakukan menggunakan dengan bungkus daun jati,
“Kami dari keluarga besar IJTI SUMA di Majalengka, akan menyalurkan daging kurban, insya allah kami akan menyalurkan lebih dari 300 kepada Kepala Keluarga (KK) yang memang berhak untuk mendapatkan,” kata Zeni.
Mengenai daun jati untuk membungkus daging tersebut, kata Zeni, tujuannya agar lebih ramah lingkungan. Tidak hanya itu menurutnya, menggunakan daun jati ini mengingatkan kita kemasa lalu. Selain ramah lingkungan juga tidak menimbulkan bau jika dibandingkan dengan kantong kresek plastik yang bisa menguap dagingnya.
“Kita menggunakan alas daun jati ini karena memang lebih heginis dan kita kembali kemasa-masa yang lalu. Dimana orang tua kita dulu dapat bantuan itu dengan dibungkus daun jati. Selain ramah lingkungan, perbedaan dari daging sendiri yang dibungkus daun jati ini merasa lebih alami,” ucapnya.
Sementara itu salah seorang warga, Mang Jalu mengatakan, pembagian daging kurban dengan menggunakan daun jati memang baru pertama kali lagi ia dapatkan. Dengan bungkus daun jati selain ramah lingkungan, menurutnya juga bisa mengingatkan dirinya kembali sewaktu masa kecil.
“Ini saya baru partama kali lagi, jadi istilahnya itu kaya kembali jaman dulu lagi waktu saya masih kecil teringat bapa saya nerimanya pake daun jati atau daun pisang. Kalau sekarang kan pake plastik ga ramah lingkungan, kalau ini kan ramah lingkungan. Terus rasa dagingnya juga lebih enak dibandingkan pakai plastik, karena kalau pake plastik kan ada lembab-lembab gitu, jadi kalau pake ini alami,” ucapnya.






