Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Patriot Desa Naluk Bentuk Lagi Bank Sampah yang Sempat Vakum
JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Sejumlah masyarakat Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dalam menjaga lingkungan, Kamis (28/9/2023). Kegiatan yang digelar Patriot Desa Naluk itu, ditujukan agar masyarakatnya mampu produktif, hingga menghasilkan nilai rupiah yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
Patriot Desa Naluk bekerja sama dengan Bank Sampah Sumedang untuk membentuk kembali pengelolaan bank sampah Desa Naluk yang sebelumnya sempat vakum.
“Kegiatan ini merupakan dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat kepedulian terhadap sampah khsususnya lingkungan. Selain bisa menjaga lingkungan, tapi punya nilai-nilai produktif dari pengelolaan sampah,” kata Patriot Desa Naluk, Indra Rezza Valentino.

Dalam pelaksanaanya, patriot desa Naluk mengajak para ibu rumah tangga sebagai pengelola bank sampah, yang nantinya dapat diikuti kaula muda di desa tersebut.
“Memilih agen bank sampah di sini (desa Naluk), karena banyak ibu-ibu produktif, dan banyak punya waktu luang, dan ini sayang sekali kalau tidak bisa dimanfaatkan. Jadi adanya bank sampah itu saya rasa selain punya nilai sosial juga, dapat menjaga lingkungan serta memiliki nilai ekonomi,” ucapnya.
Ketua Bank Sampah Sumedang Ahmad Tajudin yang hadir, langsung memberi arahan kepada masyarakat, agar mampu memilah sampah organik maupun anorganik.
“Kegiatan ini digelar untuk menyadarkan masyarakat, sehingga kami membentuk bank sampah. Mudah-mudahan dibentuknya bank sampah ini bisa meningkatkan kwalitas lingkungan di wilayah desa Naluk, supaya agar bisa memilah disumber terkait sampah organik dan anorganik,” kata Ahmad.
Ahmad menjelaskan, hasil pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat, nantinya dikumpulkan di bank sampah desa untuk dikonversi ke nilai rupiah, yang selanjutnya didaur ulang di pasilitas bank sampah Sumedang.
“Sampah ini selain berdampak pada sisi kesehatan dan lingkungan juga, dampak dari proses pemilhan ini untuk anorganik itu ada nilai ekonomi dan untuk organiknya bisa kita olah untuk jadi budidaya magot. Mudah-mudahan dengan kegiatan kemasyarakatan ini bisa berdampak pada nilai ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang warga, Enok mengaku senang bisa mengikuti pembentukan bank sampah lantaran dapat menjaga lingkungan serta mendapatkan nilai ekonomi.
“Iya manfaat sekali, karena sampah itu bisa dimanfaatkan untuk mencari uang dan buat membantu kebutuhan dirumah,” kata Enok.
Dengan dibentuknya kembali bank sampah di desa naluk, diharapkan dapat meningkatkan kembali kesadaran masyarakat untuk peduli lagi terhadap lingkungan.







