JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Lembaga Adat Pagerjati (Pasukan Gerakan Jaga Tradisi) Dusun Cikeresek Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang Jawa Barat, menggelar kegiatan Ngaruat Jagat, pada Selasa malam (26/9/2023).
Selain menjadi agenda rutin memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ditujukan untuk menjaga tradisi dan budaya yang ada.
Salah seorang perwakilan Lembaga Adat Pagerjati, Nana Juhana menyebutkan Ngaruat Jagat Ngajaga Lembur, dilaksanakan agar dapat menjaga ketentraman dan menyejahterakan masyarakat.
“Ya istilahnya ngariksa atau ngaruat lembur, untuk melestarikan juga tradisi dan kebudayaan. Kita berharap kegiatan ini dapat menentramkan dan menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Lingkungannya yang asri di kaki Gunung Tampomas, lanjut Nana, diharap dapat terus terjaga dan terhindar dari hal negatif.

Utamanya dengan mencuatnya kembali rencana Geothermal atau proyek panas bumi, yang dinilai masyarakat dapat berdampak pada keasrian lingkungan.
“Dengan geografis dan keasrian alam di sini seperti mata air dingin atau panas, kita sangat tidak berharap dengan rencana Geothermal yang sudah meresahkan dari beberapa tahun kebelakang,” tuturnya.
Tokoh masyarakat lainnya dari Desa Cilangkap, Eme menjelaskan, sejak Tahun 2009, masyarakat sekitar tetap pada pendiriannya untuk menolak rencana pemerintah dalam membangun Geothermal di kaki Gunung Tampomas.
“Sikap masyarakat itu tetap menolak. Ketentraman sedang berjalan di daerah sini. Dan ini sudah ada dampak sosial,” tuturnya.
Eme berharap kepada pemerintah, agar menghentikan rencana Geothermal dan mengalihkannya pada pelestarian gunung.
“Terutama kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, untuk dihentikan dan diganti dengan pelestarian gunung yang memang harus asri,” tegasnya.







