JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Harga komoditas cabai di Pasar Sumedang Kota, Sumedang Jawa Barat, masih belum mengalami penurunan. Harga cabai domba yang paling banyak dicari tembus di angka Rp 100.000 per kilogram, dari yang awal Rp 40.000 per kilogram.
Selain cabai domba, cabai rawit yang awalnya Rp 30.000, kini di jual dikisaran Rp 80.000 per kilogram. Cabai keriting merah juga yang awalnya Rp 40.000 kini di jual Rp 80.000 per kilogram.
Sedangkan, cabai keriting hijau dari yang semula Rp 20.000 kini di angka Rp 50.000 per kilogram. Harga komoditas cabai ini naik lebih dari dua kali lipat dari harga normal. Tak hanya cabai, komoditas wortel juga harganya naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sayuran, Roni mengungkapkan naiknya harga cabai sudah terjadi sejak satu bulan lebih. Naiknya harga cabai dipicu akibat dampak dari faktor cuaca musim kemarau yang menyebabkan pasokan cabai berkurang.

“Harga sayuran saat ini melonjak apalagi harga cabai semuanya mengalami kenaikan lebih parah. Penyebabnya mungkin faktor cuaca hingga susah barang,” kata Roni, Selasa (14/11/2023).
Roni menuturkan, naiknya harga cabai ia pun mengurangi stok penjualan lantaran berkurangnya pembelian. Tingginya harga cabai membuat dirinya mengalami penurunan omset hingga 30 persen.
“Iya sekarang setok juga sedikit ga berani menyetok banyak-banyak sekarang mah. Karena pembeli juga berkurang karena harganya mahal,” tuturnya.
Tak hanya pedagang yang mengeluh berkurangnya omset, salah seorang pembeli pun, Nunung mengaku keberatan dengan tingginya harga cabai ditengah serba mahalnya harga kebutuhan bahan pokok lain seperti beras.
“Harga cabai sekarang lagi melejit, tapi mau tidak mau karena kebutuhan pokok setiap hari, jadi harus tetap dibeli. Iya pengennya stabil lagi, karena kan saat ini bahan pokok pada naik seperti beras, terus perekonomian saat ini serba sulit,” kata Nunung.
Pedagang maupun pembeli berharap kepada pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang naik.







