BeritaHeadlineHukum & KriminalSumedang

Polisi Amankan 6 Warga yang Diduga Lakukan Pemalakan terhadap Pegawai Pabrik di Sumedang

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, mengamankan enam orang warga yang diduga telah melakukan pemalakan terhadap para pegawai pabrik di wilayah Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Aksi pemalakan tersebut dilakukan saat para pegawai menerima uang gaji dari perusahaan.

Kasatreskrim Polres Sumedang, Iptu Uyun Saepul menyebutkan, bahwa pihaknya mengamankan enam orang laki-laki asal Sumedang setelah menerima laporan dari masyarakat dan informasi yang tersebar di media sosial terkait keresahan di daerah Mangun Narga, Kecamatan Cimanggung. Laporan ini mengarah pada tindakan pemalakan yang meresahkan para pegawai pabrik.

“Perlu disampaikan bahwa dengan adanya informasi keresahan masyarakat di daerah Mangun Narga, Kecamatan Cimanggung, pihak kepolisian langsung melakukan tindakan sebagai respons terhadap keresahan tersebut,” kata Uyun, Sabtu (21/12/2024).

Setelah menerima laporan, kata Uyun, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan lapangan dan menemukan bahwa para pegawai pabrik di wilayah industri Cimanggung merasa tidak nyaman dengan keberadaan sejumlah oknum yang melakukan pemalakan uang.

“Ketika kami melakukan penyelidikan, kami menemukan bahwa adanya oknum-oknum masyarakat yang membuat keresahan di lingkungan daerah Cimanggung. Karyawan-karyawan pabrik merasa terganggu, khususnya saat mereka menerima gaji atau baru saja melakukan aktivitas pekerjaan,” katanya.

Enam orang yang terlibat dalam kasus ini diamankan pada Jumat 20 Desember 2024 kemarin. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan beberapa barang bukti terkait pungutan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Dari pemeriksaan, mereka mengaku sudah melakukan pemalakan terhadap pegawai pabrik selama tiga bulan terakhir. Setiap dua minggu sekali, mereka meminta uang saat para pegawai baru menerima gaji,” jelas Uyun.

Sementara itu dari keterangan yang diperoleh, enam pelaku mematok tarif pemalakan sebesar Rp 5.000 per pegawai setiap kali mereka beraksi. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk untuk mengetahui lebih lanjut tujuan penggunaan uang yang mereka kumpulkan.

“Selama ini, mereka meminta Rp 5.000 per orang dalam setiap dua minggu. Kami masih mendalami lebih lanjut mengenai tujuan dari pungutan ini,” pungkasnya.

Saat ini, keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumedang, dan polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap lebih dalam peran masing-masing pelaku dalam aksi pemalakan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800 Heboh Sosial Media Andika Medan Bongkar Cara Aktifkan Mode Pecahan X10 Strategi Petir800 Mengubah Nasib Andika Medan Melalui Formasi Ubin Mahjong Bukan Keberuntungan Biasa Pria Medan Bagikan Tutorial Membaca Ritme Pecahan Rahasia Dibalik Ketenangan Andika Medan Mengincar Pecahan X10 Analisis Pola Inilah Detik Detik Transisi Ubin Emas Mahjong Andika Medan Viral Menang Tak Masuk Akal Modal 50 Ribu Andika Berhasil Paksa Keluar Pecahan X10 Pengakuan Andika Medan Tentang Skema Ubin Mahjong Layar Dipenuhi Angka 10 Misteri Pola 20 Spin Petir800 Terpecahkan Pemuda Medan Buktikan Simbol Naga Awalnya Iseng Modal 50 Ribu Andika Medan Temukan Pola Frekuensi Pecahan X10 Gegerkan Jagat Maya Pria Medan Ungkap Rahasia Menaklukkan Simbol Naga Mahjong Matriks Slot Online Dengan Penekanan Pada Pola Transisi Cara Praktis Memahami Slot Online Hari Ini Teknik Pengelolaan Slot Online Untuk Performa Stabil Dan Terukur Slot Online Metode Proyeksi Untuk Performa Lebih Terarah Pola Slot Online Paling Smooth Ritme Spin Yang Benar Benar Teratur Pendekatan Analisa Terarah Progresif Hasil Stabil Slot Online Panduan Winrate Scatter Mahjong Psoft Metode Unggulan Dinamis Performa Maksimal Slot Online Kontrol Cerdas Berkelanjutan Performa Stabil Unggul Slot Online Analisa Modern Dengan Peluang Optimal Slot Online