JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Puluhan Kepala Keluarga (KK) terdampak pergerakan tanah yang berakibat longsor hingga memutus jalan Kabupaten di Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih meninggalkan trauma mendalam bagi warga terdampak, Senin (5/5/2025).
Hingga kini, mereka mengungsi di Kantor Desa Cisalak, sementara rasa takut dan stres akibat bencana tersebut belum sepenuhnya hilang. Trauma tersebut, dialami baik bagi orang dewasa maupun pada anak-anak yang kondisi emosionalnya belum stabil.
Untuk menghilangkan rasa takut bagi para korban terdampak, Polres Sumedang melakukan trauma healing kepada para pengungsi dari mulai orang tua hingga anak-anak. Suasana riang diiringi gelak tawa terlihat, saat warga terdampak bencana longsor mengikuti kegiatan trauma healing.
Salah seorang warga pengungsi yang rumahnya terdampak bencana longsor, Sri Rosyani (34) mengaku senang dan merasa terhibur. Rasa khawatir pasca terjadinya bencana longsor, menjadi terobati.
“Ya senang dan terhibur, jadi semua masalah pasca bencana kemarin itu menjadi sedikit terobati. Permainannya seperti senam-senam tangan dan permainan lainnya,” kata Sri.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Sumedang, Kompol Susanti Samaniah menjelaskan, kegiatan trauma healing ini merupakan bagian dari upaya Polres Sumedang untuk memberikan dukungan mengurangi rasa stres warga terdampak bencana longsor.
“Kami ingin mengurangi stres dan membantu warga yang mungkin mengalami syok atau kecemasan pasca bencana, ada beberapa warga yang kemarin mungkin tensinya naik karena stres dan syok. Setelah mengikuti kegiatan trauma healing, banyak warga yang merasa lebih tenang dan emosional mereka kembali stabil,” kata Susanti.
Trauma healing yang dilakukan anggota Polres termasuk para Polwannya, akan dilaksanakan setiap hari selama warga berada di posko pengungsian.
“Insa Allah untuk jadwalnya untuk setiap hari ada bergantian untuk trauma healing ini,” pungkasnya.







