JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Dedeng Iskandar (55), sopir microbus rombongan peziarah yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Malangbong-Wado, tepatnya di kawasan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Akibat kondisi tersebut, penyidik dari Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang, belum dapat meminta keterangan darinya.
“Belum (diperiksa), karena kondisi sopir masih dalam perawatan di rumah sakit,” kata Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, Minggu (2/11/2025).
Dini menjelaskan, tim gabungan dari Satlantas, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR dijadwalkan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (3/11/2025). Kegiatan tersebut juga akan disertai dengan evaluasi kondisi jalan di lokasi kecelakaan.
“Besok kami akan lakukan olah TKP bersama Dishub dan PUPR, sekalian mengevaluasi sarana dan prasarana jalan di kawasan tersebut,” jelasnya.
Kecelakaan tunggal tersebut terjadi pada Sabtu malam (1/11/2025) sekitar pukul 20.10 WIB. Berdasarkan keterangan sementara polisi, mobil microbus bernomor polisi E 7566 KC yang dikemudikan Dedeng tengah mengangkut rombongan peziarah dari arah Malangbong, Garut, menuju Majalengka.
Dalam perjalanan menurun di kawasan Cae Wado, kendaraan tersebut berusaha mendahului elf lain dari rombongan yang sama, dengan nomor polisi E 7740 AA. Namun, saat melaju di jalan menurun dan menikung tajam, sopir diduga kehilangan kendali karena tidak memahami medan jalan.
“Diduga sopir tidak mengenal medan dan gagal mengendalikan kendaraan saat menikung, sehingga menyebabkan kecelakaan tunggal,” katanya.
Insiden kecelakaan maut ini mengakibatkan empat korban meninggal dunia, sementara belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sebagian masih menjalani perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.







