Modus TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur di Sumedang, Begini Kata Dandim
JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Kasus penipuan dengan modus penyamaran sebagai anggota TNI terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Seorang pelaku yang mengaku berpangkat kapten dilaporkan menipu pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, hingga korban mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.
Peristiwa tersebut terjadi pada 14 April 2026 lalu dan sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi pelaku beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan seragam menyerupai TNI dan menggunakan mobil putih jenis Honda HR-V dengan pelat nomor yang diduga palsu.
Bahkan tidak hanya beraksi di Sumedang, pelaku juga diduga melakukan tindakan serupa di sejumlah wilayah lain, seperti Lembang dan Bandung.
Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto menegaskan, bahwa pelaku bukan anggota TNI aktif, melainkan oknum yang menyamar untuk melakukan penipuan. Ia juga menyebutkan bahwa pelaku mengaku sebagai personel dari Kodam III/Siliwangi untuk meyakinkan korban.
“Saya sampaikan pelaku tersebut adalah TNI gadungan yang memperdayai korban dengan menipu penjual telur,” katanya, di Makodim 0610/Sumedang,” kata Dandim di Makodim 0610/Sumedang, Selasa (21/4/2026).
Dalam aksinya, pelaku memesan sekitar 270 kilogram telur dari korban. Barang tersebut kemudian diminta untuk diantarkan dan langsung dipindahkan ke kendaraan pelaku. Setelah itu, pelaku melarikan diri tanpa melakukan pembayaran.
“Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.7 Juta,” ucapnya.
Pihak Kodim 0610/Sumedang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang melibatkan penyamaran aparat. Warga diminta segera melapor ke koramil atau kepolisian terdekat jika menemukan hal mencurigakan, terutama terkait penggunaan atribut militer yang tidak sesuai.
“Bila melihat gerak gerik mencurigakan atau dengan seragam yang tidak sesuai, bisa lapor ke koramil maupun polsek. Terlebih atas aksi pelaku penipuan dengan ciri-ciri yang terlihat dalam video atau foto, segera melapor,” pungkasnya.







