JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Potensi bencana akibat cuaca ekstrem diprediksi meningkat menjelang akhir tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko, mulai dari kekeringan hingga banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto menyampaikan, perubahan pola cuaca dan intensitas hujan yang tidak menentu menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko bencana alam di wilayah Sumedang.
“Cuaca tidak bisa diprediksi secara pasti, tapi kita bisa mempersiapkan diri. Jika terjadi bencana, warga bisa langsung menghubungi 112, layanan darurat yang siap 24 jam,” kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, sebelumnya telah memperingatkan bahwa curah hujan diperkirakan akan berada di atas normal dalam beberapa bulan ke depan.
“Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrologi seperti longsor dan banjir bandang, terutama di wilayah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang baik,” ucapnya.
Bambang menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama.
“Kita tidak bisa menebak kapan bencana datang, tapi kita bisa bersiap. Warga juga harus aktif mengawasi lingkungan sekitar dan segera melapor jika ada tanda-tanda bencana,” ujarnya.
Dengan mengaktifkan saluran bebas pulsa 112, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap warga bisa mendapatkan bantuan lebih cepat saat terjadi situasi darurat.
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk lebih waspada dan tanggap terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi bencana segera melaporkan melalui hotline 112,” pungkasnya. (**)







