Pelanggar Operasi Zebra Lodaya 2022 di Sumedang, Ini yang Diberikan Petugas
JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Memasuki hari keempat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang kembali menggelar Operasi Zebra Lodaya 2022 di kawasan Jalan Bundaran Alamsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/10/2022).
Dalam operasi kali ini, selain melakukan penindakan berupa teguran tertulis ke para pelanggar lalu lintas, petugas juga memberikan puluhan helm gratis kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan helm.
Salah seorang pengemudi Ojek Online (ojol), Usep Somantri mengaku kaget saat diberhentikan petugas. Lantaran, ia merasa bersalah karena penumpang yang diboncengnya tidak menggunakan helm.
“Awalnya kaget karena penumpang saya tidak pake helm, terus saya dapat teguran dari pak polisi. Memang benar pak polisi itu mengingatkan kita untuk keamanan para penumpang,” kata Usep.
Meski diberhentikan, kata Usep, dirinya tidak mendapatkan penilangan oleh petugas, hanya diberikan teguran tertulis dan helm gratis. Sebelumnya ia tidak mengetahui adanya operasi zebra lodaya 2022 ini yang digelar serentak seluruh Indonesia.
“Ada operasi saya tidak tahu, tadi terus diberhentiin dan diberi teguran, terus di kasih helm sama pak polisi iya saya senang,” katanya.
Sementara itu Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan mengatakan, hingga hari keempat pelaksanaan Operasional Zebra Lodaya 2022 di Sumedang, pihaknya menemukan ada sekitar 150 pelanggar lalu lintas. Jenis pelanggaran paling banyak ditemukan diantaranya tidak menggunakan helm, boncengan lebih dari 2 orang, dan knalpot bising.
“Di Operasi Zebra ini kami berfokus pada pelanggar yang berdampak dan beresiko terjadi kecelakaan lalulintas, yang berpotensi terjadi fatalitas,” kata Indra.
Indra menuturkan, disela Operasi Zebra Lodaya 2022 berlangsung, pihaknya juga menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako dan helm kepada para pengguna jalan.
“Jadi disamping melakukan penindakan dalam operasi ini, kami juga melakukan bakti sosial yang ditujukan kepada pelaku usaha transportasi atau angkutan umum, seperti sopir angkot, dan pengemudi ojol. Dimana situasi saat ini mudah-mudahan dapat membantu,” tuturnya.
Kemudian, kata Indra, pihaknya juga membagikan helm secara gratis bagi masyarakat pengguna roda dua. Pembagian helm ini bertujuan untuk mengurangi fatalitas apabila terjadi kecelakaan.
“Karena masih banyak yang belum menyadari arti pentingnya menggunakan helm. Padahal itu bisa mengurangi terjadinya fatalitas apabila terjadi kecelakaan,” ujarnya.







