Mayat Pria Penuh Luka di Ragadiem, Polisi Dalami Penyebab Korban Meninggal


JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Sesosok mayat seorang pria, ditemukan penuh luka di belakang gedung bekas Koperasi Raharja, Lingkungan Ragadiem Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Jumat (29/10/2021).
Menurut keterangan saksi mata, Gian (27) yang bekerja di dekat penemuan mayat menyebutkan, mayat laki-laki itu ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB.
“Lihat ada kumpul-kumpul, saya tanya-tanya, katanya ada mayat di belakang,” ujarnya.
Menurut Gian, mayat korban dalam kondisi babak belur dan berdarah, diantara dua gedung.
“Pakai jaket hitam. Kelihatannya masih muda, sekitar 20 tahunan,” ucapnya.
Usai diidentifikasi, jasad langsung dibawa ke Ruang Pulasara Jenazah RSUD Sumedang untuk divisum.
Diketahui, mayat pria itu bernama Ari Ramdani (22) warga Dusun Sukatani RT 1 RW 9 Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka.
Usai divisum, jasadnya langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulan.
Ditemui terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto membenarkan penemuan mayat tersebut.
“Benar, hari ini ditemukan mayat laki-laki di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan. Di belakang sebuah kantor ekspedisi, berbatasan dengan ternak bebek,” katanya di Mapolres Sumedang.
Pihaknya, lanjut Eko, sudah melalukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
“Untuk penyebab kematian kami masih menunggu hasil autopsi. Nanti kesimpulan lengkap akan kami sampaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 9 Dusun Sukatani, Ikat Dudung menuturkan, Ari merupakan sosok yang baik di masyarakat.
Sebelum ditemukan meninggal, Ari dilaporkan hilang sejak Rabu (27/10) malam. Terakhir keluar rumah, Ari pamit untuk ke rumah temannya.
“Kami juga sudah mencari kemana-mana, laporan ke polisi, nanya ke teman-temannya, tapi tidak ketemu,” kata Ikat di lokasi pemakaman, TPU Manyeu Dusun Sukatani Desa Citimun.
Ikat mengungkapkan, saat dimandikan, ada luka gores pada jasad Ari, dan mengeluarkan darah.
Atas hal itu, lanjut Ikat, pihak keluarga menduga Ari menjadi korban pembunuhan.
“Tapi itu juga baru duga-duga,” ucapnya.
Jika benar menjadi korban pembunuhan, pihaknya berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut, dan segera menangkap pelakunya.
“Ya kalau benar (korban pembunuhan) inginnya cepat ditangkap,” harapnya.








