BeritaHeadlineJawa BaratNasionalSumedang

BPBD Sumedang Distribusikan Air Bersih Bagi Warga yang Terdampak Kekeringan

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Akibat musim kemarau berkepanjangan, membuat banyak wilayah permukiman mengalami kekurangan air bersih. Seperti halnya di Dusun Nganceng, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sejumlah warga mendapatkan air bersih yang di distribusikan BPBD Sumedang bersama PDAM Tirta Medal, dengan menggunakan 3 unit truk tangki atau sekitar 12 liter air bersih. Diketahui, Kecamatan Jatinunggal sendiri merupakan salah satu wilayah di Sumedang yang setiap tahunnya dilanda krisis air bersih saat musim kemarau tiba.

Sejumlah warga pun bergiliran untuk mendapatkan air bersih dengan membawa jerigen, ember, galon, atau barang lainnya yang bisa digunakan untuk menampung air bersih.

BPBD Sumedang Distribusikan Air Bersih Bagi Warga yang Terdampak Kekeringan, JurnalSuma

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno menyebutkan, dari 26 Kecamatan di Kabupaten Sumedang, saat ini sedikitnya ada 13 Kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih. Namun, baru 1 Kecamatan di desa Cipeundeuy ini yang baru mengajukan permintaan air bersih.

“”Seperti yang diinstruksikan oleh pak bupati dan pak wakil bupati, kami harus membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Apalagi saat ini Sumedang masuk kategori Siaga Kekeringan,” kata Atang Sutarno, Senin (11/9/2023) siang.

Pendistribusian air bersih ke desa Cipeundeuy, kata Atang, sudah dilakukan ketiga kalinya. Sebab, menurut pengakuan warga sejak dua bulan terkahir sejumlah warga di desa Cipeundeuy tidak memiliki air bersih. Adapun warga yang terdampak krisis air bersih kurang lebih ada sekitar 5000 jiwa.

“Untuk yang terdampak di sini (desa Cipeundeuy) ada 5000 jiwa,” ucapnya.

BPBD Sumedang Distribusikan Air Bersih Bagi Warga yang Terdampak Kekeringan, JurnalSuma

Salah seorang warga, Siska mengaku, kondisi kekurangan air bersih di wilayahnya sudah dirasakan sejak 2 bulan terakhir. Bahkan, kondisi seperti ini terjadi setiap tahunnya saat memasuki musim kemarau.

“Iya susah, kalau adanya juga paling dibatas ngambil airnya. Saya baru pertama kali mendapatkan bantuan air bersih ini,” kata Siska.

Dikatakan warga lainnya, Widia, sumber mata air di pegunungan yang digunakan setiap harinya, kini sudah mulai mengering. Warga berharap, bantuan air bersih seperti ini terus dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

“Sekarang sudah seret airnya, dirumah juga bak udah pada kosong. Makanya ada bantuan air bersih seperti ini sangat terbantu sekali,” ucap Widia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800