JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Kelangkaan air bersih masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang. Seperti yang terjadi di Desa Sukagalih, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.
Sudah hampir satu bulan sejumlah warga di desa Sukagalih mengalami krisis air bersih. Lantaran, air sumur yang biasa digunakan keseharian warga sudah mulai mengering sejak musim kemarau melanda.
Melihat kondisi itu, Polres Sumedang pun mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak dengan menerjunkan mobil Armored Water Cannon (AWC).

Kasi Humas Polres Sumedang, Iptu Awang Munggardijaya mengatakan, sebanyak 6500 liter air bersih didistribusikan ke 4 titik di dua dusun. Pembagian air bersih ini dilakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Humas Polri.
“Ini lokasi ke 4, tadi sudah 3 titik kita lakukan pembagian air bersih di sepanjang jalan. Pembagian air bersih kita bekerjasama dengan Sat Sabhara Polres Sumedang kurang lebih 6500 liter air bersih kita bagikan di desa Sukagalih, karena di sini masyarakat banyak yang membutuhkan, khususnya untuk masjid, kebetulan kemarin hampir 3 hari tidak ada air bersih,” kata Awang.
Awang menuturkan, pihaknya banyak menerima permintaan bantuan air bersih dari beberapa desa dan kecamatan. Namun karena terbatasnya sarana, penyaluran air bersih pun dilakukan secara bergiliran.
“Betul sekali, jadi memang kualitas air di wilayah ini sudah mulai jarang. Tapi kita sebagai perangkat pemerintah terus berupaya berbagi, karena mungkin tidak satu wilayah saja yang kekurangan air bersih,” tuturnya.
Salah seorang warga, Ade Yuliawati mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Sebab, sudah satu bulan sumur mereka mengalami kekeringan. Ia berharap bantuan air bersih ini terus dilakukan, hingga musim kemarau berakhir.
“Sumur yang kering itu sudah sebulan. Ada juga sumur di bawah, namun air nya sedikit dan harus menunggu selama 2 jam, baru ada lagi air nya,” kata Ade.
Sementara itu pihak desa mencatat, sedikitnya ada 1200 jiwa dari 400 Kepala Keluarga (KK) di desa Sukagalih mengalami krisis air bersih. Meski ada program sumur artesis, namun belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih semua warga.
“Adanya bantuan air bersih ini sangat membantu sekali untuk warga kami, karena saat ini sedang kesulitan air bersih,” kata Kepala Desa Sukagalih, Onih Noer Rosidah.







