JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Banjir luapan Sungai Cimande yang merendam Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, mulai berangsur surut. Namun demikian, sejumlah warga terdampak pun masih memilih mengungsi sementara waktu, lantaran air masih merendam sebagai rumah warga.
Dari pantauan udara pada Jumat (14/3/2025), luapan air banjir sungai Cimande, masih merendam permukiman warga. Tak hanya merendam permukiman, air banjir juga merendam jalan Kabupaten.
Salah seorang warga, Yoyoh mengungkapkan meski air banjir mulai surut, namun rumahnya masih terendam banjir.
“Jalau malam air masuk ke rumah kurang lebih ada selutut. Banjir ini memang sudah sering terjadi, tetapi banjir kali ini paling parah. Biasanya air hanya menggenangi luar rumah, tapi kali ini air masuk ke dalam rumah,” ujar Yoyoh.
Dikatakan warga lainnya, Riska mengaku saat banjir terjadi, dirinya lebih memilih mengungsi sementara waktu ke rumah kerabatnya.
“Saya tidur mengungsi ke rumah saudara yang kondisinya lebih tinggi dan tidak terjangkau banjir. Tadi waktu sahur, saya kembali ke rumah, namun air masih masuk ke dalam rumah,” ungkap Riska.
Warga berharap agar normalisasi sungai dan penanganan sampah di sepanjang aliran sungai Cimande menjadi prioritas agar banjir tidak terulang, dan aliran air lancar dan tidak menimbulkan banjir lagi.
“Iya harapannya agar penanganan sungai Cimande segera dilakukan dengan membersihkan sampah-sampah yang menghambat aliran air,” harapannya.
Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Cihanjuang, Aipda Dani Ramdani mengungkapkan bahwa debit air sungai Cimande sudah mulai menurun.
“Alhamdulillah, sejak semalam hingga saat ini, ketinggian air sudah menurun. Dari yang awalnya sekitar 80 cm, sekarang sudah turun menjadi sekitar 30 cm. Akses jalan desa juga sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat,” kata Dani.
Dani menyebutkan, warga yang terdampak di 6 RW ada sekitar 232 Kepala Keluarga (KK) di tiga dusun Desa Cihanjuang, yakni dusun Bunter, Cijaraingao dan dusun Babakan Sukamanah.
“Untuk yang terdampak ada 6 RW diantaranya RW 2, 3, 4, 6, 7 dan RW 8, ada 3 dusun yakni dusun Bunter, Cijaraingao dan dusun Babakan Sukamanah Desa Cihanjuang,” ujarnya.
Kini warga masyarakat sudah bisa melanjutkan aktivitasnya dengan membersihkan sisa-sisa air dan lumpur yang memasuki rumah mereka.
“Untuk warga yang mengungsi, kami prioritaskan lansia dan anak-anak. Ada sekitar 3 keluarga yang kami ungsikan ke rumah kerabat terdekat yang lokasinya aman dari banjir,” pungkasnya.







