Dua Puluh Tiga Rumah di Sumedang Dikosongkan, Akibat Pergeseran Tanah


JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Dua puluh tiga rumah warga di Dusun Kopo, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terpaksa dikosongkan akibat adanya pergeseran tanah. Pergeseran tanah dipicu akibat terjadinya hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang.

Pantauan Jurnalsuma di lapangan, terlihat sebagian besar rumah di lokasi tersebut mengalami retakan di bagian dinding dan lantai yang diperkirakan retakan mencapai 10 hingga 15 centimeter. Bahkan 14 rumah diantaranya mengalami kerusakan parah.

Dari keterangan salah seorang pemilik rumah, Suherman. Awal kejadian daerah tersebut diguyur hujan deras yang kemudian disusul dengan adanya pergeseran tanah yang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga termasuk rumah miliknya.
“Awalnya hujan deras, kemudian ada retak retak sedikit di bagian tombok rumah, dan akhirnya tergerus sedikit demi sedikt,” kata Suherman, Senin (29/3/2021).
Petugas BPBD dan Tagana langsung melakukan pengecekan untuk mastikan kondisi yang terjadi di lokasi. Sementara 15 kepala keluarga di ungsikan ke balai Desa Tanjungwangi dan sebagian tinggal dengan kerabatnya.
Sementara itu Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya, Menyampaikan, dari hasil asesment dilokasi pihaknya menyarankan pengosongan untuk 23 rumah yang mengalami pergeseran tanah untuk menhindari terjadinya korban.
“14 rumah mengalami rusak parah, 2 rumah rusak ringan dan 7 rumah terancam,” kata Rully.
Lebih lanjut Rully mengatakan, terkait pergeseran tanah tersebut sedang dilakukan kajian oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM.
Sementar warga berharap kepada pemerintah agar secepatnya mencarikan tempat relokasi bagi warga yang terkena pergeseran tanah tersebut.







