JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Menghadapi musim hujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Jawa Barat, mengajak masyarakat untuk menjaga alam untuk mengurangi resiko bencana.
Diantaranya dengan membersihkan saluran air dari sampah dan menanami hutan yang gundul.
“Mari bersiaga menghadapi musim hujan, bersihkan drainase yang tersumbat, bersihkan sampah di aliran sungai, agar tidak terjadi petaka jika terjadi hujan seperti banjir ataupun tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, Jumat (17/11/2023).
Atang menggambarkan, pihaknya mengapresiasi ditanamnya ratusan bibit pohon melalui kegiatan Penanaman 10 Juta Pohon di Tahura Gunung Palasari.
Menurutnya kegiatan seperti itu akan dapat mencegah bencana seperti banjir dan longsor.
Sementara itu, Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang, Adang memperingatkan warga masyarakat kemungkinan akan terjadinya pergerakan tanah pada bulan November. Ini seiring dengan mulai turunnya hujan yang diprediksi akan terjadi pada minggu ke 3 November ini.
“Berdasarkan prakiraan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan kalau daerah Sumedang termasuk daerah dengan potensi pergerakan tanah menengah tinggi. Bila melihat hasil pemetaan pada peta yang kami terima mayoritas wilayah Sumedang akan terjadi potensi pergerakan tanah tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa daerah di Sumedang yang harus mendapatkan perhatian ekstra terkait potensi pergerakan tanah tinggi ini antara lain Kecamatan Sumedang Selatan, Cimanggung, Pamulihan, Rancakalong, Jatinunggal, Wado, Tanjungmedar, Jatigede dan juga Surian.
“Atas dasar itulah untuk masyarakat yang memang tinggal di daerah daerah rawan untuk lebih waspada dan hati hati bahkan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk secepatnya mengungsi,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Adang selain bahaya ancaman pergerakan tanah, memasuki musim hujam ini perlu diwaspadai akan terjadinya banjir. Beberapa daerah yang perlu perhatian terhadap kemungkinan banjir adalah kecamatan Cimanggung, Jatinangor, wilayah Kora, Ujungjaya dan Tomo.







