BeritaHeadlineJawa BaratNasionalPeristiwaSumedang

Irigasi Longsor, Ratusan Bata Sawah Siap Panen Tertimbun

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Saluran irigasi Sentig Kiri HM 16 di Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang Jawa Barat longsor dan menimbun ratusan bata sawah siap panen, pada Minggu (15/10/2023) pagi. Longsornya irigasi juga mengancam ratusan hektare sawah di tiga desa, terancam tak bisa ditanami.

Material longsor setinggi 6 meter dengan kemiringan 15 meter itu menimbun 250 bata padi siap panen yang ada dibawahnya, serta satu buah bangunan saung. Irigasi yang jebol sepanjang 8 meter dengan dampak retakan tanah sepanjang 50 meter.

Petugas jaga irigasi, Ahmad menyebutkan, penyebab longsor diduga akibat adanya retakan tanah dampak banyaknya tanaman keras yang ditanam oleh warga di sekitar saluran irigasi.

Irigasi Longsor, Ratusan Bata Sawah Siap Panen Tertimbun, JurnalSuma

“Kronologisnya itu kan tanahnya retak-retak, jadi tanggulnya itu amblas jadi pasangannya ikut. Kalau di Sentig ini kejadiannya musim kemarau, tidak ada hujan,” kata Ahmad.

Longsor irigasi ini, kata Ahmad, merupakan yang kedua kalinya terjadi, setelah sebelumnya juga terjadi 3 tahun lalu saat musim kemarau. Selain menimbun sawah, longsornya irigasi juga berdampak pada 289 hektar lahan sawah di tiga desa, yang terancam tak dapat diairi.

“Sentig kiri itu areanya 289 hektare mencakup tiga desa, yakni desa Cisalak, Kebonkalapa, dan desa Bantarmara,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang warga yang juga petani, Oman berharap longsor yang mengakibatkan saluran irigasi jebol agar segera ditangani. Agar sawah mereka bisa kembalu ditanami pada masa tanam padi berikutnya.

“Kedepannya kalau tidak ada penanganan darurat mah mungkin tidak bisa nyawah (menanam padi) lagi. Dan ini harus segera diperbaiki,” kata Oman.

Karena berpotensi ada longsor susulan, lokasi tersebut kini dipasang garis polisi agar tidak ada warga yang mendekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800