BeritaHeadlineJawa BaratNasionalSumedang

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Persawahan di Sumedang Terancam Gagal Panen

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Musim kemarau panjang, membuat puluhan hektare tanaman padi di Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, terancam gagal panen, Minggu (15/10/2023). Bahkan, sejumlah petani terpaksa harus memanen padinya lebih awal.

Kondisi itu terjadi dikarenakan kurangnya pasokan air, akibat saluran air yang biasa digunakan petani sudah mengering. Tampak terlihat hamparan tanah di persawahan itu juga mengalami retak-retak.

Salah seorang petani asal Desa Ambit yang memiliki lahan persawahan di Desa Mekarmulya, Amma mengungkapkan, kondisi ini sudah terjadi sejak 3 bulan terakhir. Bahkan, musim kemarau tahun ini merupakan yang terparah.

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Persawahan di Sumedang Terancam Gagal Panen, JurnalSuma

“Iya sekarang ini lagi gagal panen dikarenakan kurang air. Kalau biasanya airnya itu dari kali Cicapar, sekarang mah kalau menyedot juga banyak yang protes, kerena banyak yang memakai airnya untuk mandi dan mencuci,” kata Amma.

Amma menuturkan, para petani yang sawahnya terdampak kekeringan terpaksa harus memanen tanaman padinya lebih awal, meski biji padi yang dihasilkan tidak tumbuh dengan sempurna.

“Sekarang juga yang panen hasilnya tidak 100 persen, karena belum memasuki masa panen, mereka terpaksa panen lebih awal karena padinya juga sudah kering. Yang terancam gagal panen puluhan hektar ada,” tuturnya.

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Persawahan di Sumedang Terancam Gagal Panen, JurnalSuma

Dikatakan petani lainnya, Soleh, agar tetap bisa mengairi sawahnya di musim kemarau ini, ia terpaksa harus mengeluarkan modal lebih besar. Sebab, dirinya harus menyedot air dari sungai menggunakan mesin pompa. Hal itu, membuat para petani mengalami kerugian.

“Untuk mengairi sawah saya sampai menyedot pakai mesin, dan mengeluarkan biaya lebih. Kalau beli bensin Rp 50 ribu itu dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Kalau pakai tabung gas elpiji 3 kilogram, jam 7 pagi sampai jam 4 sore, jadi biaya lebih,” kata Soleh.

Para petani berharap, musim kemarau yang tengah melanda saat ini dapat segera berakhir. Sehingga, para petani bisa menggarap tanaman padinya seperti biasa.

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Persawahan di Sumedang Terancam Gagal Panen, JurnalSuma

“Iya semoga segera turun hujan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800