JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Akibat kemarau yang terus berkepanjangan, membuat krisis air bersih di wilayah Kabupaten Sumedang Jawa Barat kian meluas. Bahkan, krisis air bersih juga dirasakan ribuan warga yang tinggal di dekat Waduk Jatigede.
Sebanyak 16000 liter air bersih didistribusikan kepada warga Dusun Cipaok dan Ciduging, Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, yang paling parah mengalami kekeringan.
Puluhan warga pun rela menunggu lama demi mendapatkan air bersih yang didistribusikan Pemkab Sumedang bekerjasama dengan Basarnas Bandung.
Salah seorang warga desa Tarunajaya, Encih Sumiarsih mengaku sudah hampir 3 bulan di wilayahnya alami krisis air bersih. Lantaran, sumur yang digunakan keseharian warga sudah mengering. Bahkan jika tidak ada air, warga pun terpaksa harus membelinya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kekurangan air bersih dari bulan Juli, karena sumur-sumur di sini sudah mengering akibat kemarau. Kalau ada bantuan air paling sampai dua hari habis. Kalau tidak ada paling beli,” kata Encih, Jumat (13/10/2023).
Sementara itu BPD Tarunajaya, Ade Saefudin mengatakan, meski kekeringan sudah terjadi sejak dulu setiap musim kemarau, namun kondisi semakin parah melanda wilayah tersebut sejak tahun 2019. Dimana, banyak warga terdampak pembangunan waduk Jatigede yang pindah ke desa Tarunajaya.
“Kalau krisis air bersih itu memang dari dulu setiap musim kemarau, namun mulai terasanya di tahun 2019, karena ada perpindahanya penduduk dari Jatigede. Dulumah bisa diantisipasi karena masih ada sumber mata air disaluran yang lain,” kata Ade.
Pihak desa mencatat, sekitar 6.000 jiwa dari 3.000 Kepala Keluarga (KK) di desa Tarunajaya mengalami kesulitan air bersih. Ironisnya, permukiman warga tersebut sangat dekat dengan waduk Jatigede, yang merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia.
“Yang kekurangan air bersih kurang lebih ada 1.000 KK di satu dusun, dan hampir 6.000 jiwa,” ucapnya.
Pemerintah desa dan warga berharap ada upaya dari pemerintah, agar air waduk Jatigede bisa dimanfaatkan bagi warga sekitar.

“Kami dari pemerintah desa mengharapkan kepada pemerintah mungkin bisa mendaur ulang air Jatigede, untuk dimanfaatkan warga seperti mengairi pertanian supaya berjalan, dan ada serapan-serapan terhadap sumur,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, dari 26 Kecamatan di Sumedang, saat ini sedikitnya ada 18 Kecamatan yang terdampak mengalami krisis air bersih.







