BeritaHeadlineJawa BaratNasionalSumedang Majalengka

Puluhan Rumah di Lemahsugih Majalengka Rusak, Imbas Pergerakan Tanah

JURNALSUMA.COM., MAJALENGKA – Puluhan rumah di 2 Dusun Desa Cisalak, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka Jawa Barat rusak imbas pergerakan tanah. Selain rusak, ratusan rumah warga lainnya terdampak.

Sedikitnya ada 30 rumah yang mengalami kerusak sedang dan berat, serta 130 rumah lainnya ikut terdampak dengan mengalami kerusakan ringan. Pergerakan tanah ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang warga terdampak, Kusmiati mengatakan, pergerakan tanah kerap terjadi di wilayahnya hampir setiap tahun saat musim penghujan. Bahkan kejadian ini sempat terjadi sejak tahun 2018 lalu.

“Kami berharap segera ada bantuan dari pemerintah untuk merelokasi kami yang terdampak, karena kami merasa tidak tenang apalagi saat hujan terus menerus,” kata Kusmiati.

Kepala Desa Cisalak, Saehudin mengatakan, dari 30 rumah di Dusun Cisempur dan Dusun Cisalak yang mengalami kerusakan, 2 rumah diantaranya mengalami rusak berat. Sehingga penghuninya terpaksa harus di ungsikan ke rumah kerabatnya.

“Dari 2 blok yang terdampak ada sekitar 1.900 jiwa. 2 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke rumah keluarga yang relatif lebih aman, dan yang lainnya masih bertahan di rumahnya masing-masing,” kata Saehudin.

Sementara itu Camat Lemahsugih, Mumuh mengatakan, pihaknya mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, karena hingga saat ini pergerakan tanah di beberapa titik masih terus terjadi terlebih saat hujan turun.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu waspada apalagi ketika terjadi curah hujan yang cukup tinggi. Kemudian untuk menghindari adanya retakan dan pergeseran agar warga membuang air pembuangan secara tertib ke saluran pembuangan,” kata Mumuh.

Di wilayah Kecamatan Lemahsugih sendiri ada sekitar 7 desa yang rawan terjadi pergerakan tanah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah bekerjasama dengan BPBD Majalengka untuk memasang alat deteksi bencana alam.

“Kalau yang berpotensi di wilayah Lemahsugih ini ada 7 desa, mulai dari Mekarwangi, Kepuh, Sukajadi, Padarek, Cisalak, Sukamaju, sampai ke Mekarmulya. Namun yang terjadi cukup parah tahun ini di Desa Cisalak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800