Diduga Akibat Minum Air Tercemar Lindi TPA Heuleut, Empat Kambing Milik Warga di Majalengka Mati

JURNAL SUMA.COM., MAJALENGKA – Empat ekor kambing milik warga di Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka Jawa Barat mati diduga akibat meminum air tercemar lindi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Heuleut.
Pantauan Jurnalsuma.com di lapangan, tumpukan sampah yang berada di TPA Heuleut, hanya beberapa meter saja dari kandang dan tempat penggembalaan kambing. Bahkan, lahan milik warga juga tertimbun tumpukan sampah.

Salah seorang pengurus ternak, Abdul Rosyad mengatakan, sudah empat ekor kambing peliharaannya mati dan yang lainnya sakit, akibat meminum air tercemar lindi sampah di belakang kandang. Kambing yang mati sudah terjadi sejak 3 bulan ke belakang.
“Kambing semuannya yang mati itu ada empat, terus sekarang ada juga yang sakit, bahkan mati sehari satu kadang-kadang udah satu minggu ada lagi yang mati gara-gara sampah tadinya jauh sekarang udah dekat,” kata Abdul, Sabtu (5/8/2023).
Abdul menuturkan, tumpukan sampah di TPA Heleut terus mendekati kandang kambingnya, dari 500 meter, kini hanya 2 meter. Pencemaran ini sudah terjadi sejak 3 bulan terakhir dan belum ada penanganan serius.
“Jarak kandang kambing ke tempat sampah saat ini sekitar 500 meter namun sekarang 2 meter. Semuannya kan tanah 3.600 meter persegi, sekarang sisanya paling 2.200 meter, total tanah yang tertimbun sampah sekitar 1.200 meter dan ini sisanya tinggal sedikit,” tuturnya.

Tumpukan sampah di TPA Heuleut pun menimbun lahan warga seluas 1.200 meter persegi. Pemilik lahan sudah berusaha menyampaikan keluhannya ke Pemkab Majalengka, namun belum ditanggapi serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka.
“Iya harus ada ganti rugi saya kan ruginya gede itu, udah beberapa bulan bahkan tahun ngga ke ambil untungnya. Empang saya sudah hancur ketutup sampah, lahan yang diserobot sudah satu tahun setengah. Kalau kambing mati ada sekita 3 bulan yang lalu.
Warga berharap kepada Pemkab Majalengka segera turun tangan, untuk menangani tumpukan sampah yang mengganggu kesehatan masyarakat dan ternak.
“Iya harapannya saya minta ganti kerugian,” harapannya.




