Korban Meninggal Akibat Bentrok Sengketa Lahan Tebu di Majalengka Hendak Rayakan Ulang Tahun Pernikahan


JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Raut kesedihan, masih terpancar jelas dari wajah Nani, istri almarhum Suhenda, korban pembacokan, bentrok sengketa garapan lahan tebu milik PG Rajawali 2 Kecamatan Jatitijuh Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, pada Senin (4/10/2021) lalu.
Keluarga korban, masih tidak percaya dengan kepergian korban. Apalagi, meninggal secara tragis usai mengalami sejumlah luka bacokan di sekujur tubuhnya.
Nani dan keluarga, masih merasakan seperti mimpi dan tidak mengira suaminya yang dikenal masyarakat sebagai sosok yang bertanggung jawab, ramah dan mudah bergaul, harus pergi cepat.
Disebutkan Nani, sebelum kejadian, dirinya tidak merasakan pertanda atau pirasat apapun, jika suaminya akan meninggal di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-11 tahun. Hanya saja sebelum kepergian suaminya, almarhum sempat bertingkah aneh.
“Sebelum pergi enggak dari biasanya. ia sarapan dulu dan ia mencuim saya, lalu jabang bayi di kandungan,” katanya, Selasa (5/10/2021) kepada Jurnalsuma.com.
Saat itu, almarhum suami Nani, sempat berpamitan kepada dirinya, untuk berangkat membatu teman-temannya, yang diserang ratusan kelompok FKAMIS Indramayu.
“Dia berpamitan dan minta doa untuk membatu masalah yang terjadi di kebun tebu. Dan kalau pulang nanti, akan merayakan ulang tahun pernikahan,” ujar Nani.
Almarmum Suhenda, berpulang meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 7 bulan. Termasuk seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan kini, Nani beserta keluarga, hanya bisa pasrah dengan peristiwa tragis yang dialami suaminya.
Nani, hanya bisa mendoakan, agar almarhum meninggal dalam husnul khotimah dan berharap ada penyelesaian dari masalah yang terjadi saat ini.








