JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Jalan Lingkar Utara Jatigede yang kini resmi menyandang nama Jalan Prabu Guru Adji Putih, Jumat (19/9/2024).
Acara peresmian yang digelar di kawasan Pasirringkik, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berlangsung meriah.
Sebanyak 1.000 penari Umbul dari berbagai sekolah dan sanggar seni turut memeriahkan prosesi peresmian, yang dilakukan secara simbolis oleh AHY dengan menekan tombol sirene, didampingi oleh Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila.
AHY menegaskan pentingnya keberadaan jalan baru ini sebagai bagian dari penguatan infrastruktur wilayah. Ia menyebutkan bahwa Jalan Lingkar Utara menjadi pelengkap jaringan jalan lingkar Jatigede yang sebelumnya telah mencakup sisi barat, selatan, dan timur.
“Dengan tersambungnya jalan ini, konektivitas antarkecamatan di Sumedang akan meningkat, termasuk ke wilayah Majalengka. Ini bukan hanya soal membuka jalan, tapi juga membuka peluang-peluang baru dari efisiensi transportasi, pertumbuhan ekonomi, hingga potensi pariwisata,” ujar AHY.
Jalan tersebut memiliki panjang sekitar 4,275 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp78 miliar. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Sumedang, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
AHY menyebut proyek ini sebagai bukti nyata sinergi antarlembaga dan sektor swasta. Ia optimistis, infrastruktur baru ini akan mendukung distribusi logistik, menciptakan lapangan kerja, serta memacu tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.
“Dengan akses yang lebih baik, wisatawan akan lebih mudah menjangkau kawasan Bendungan Jatigede. Ini tentu berdampak positif bagi ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan UMKM,” tambahnya.
Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia secara merata. Ia menyatakan, pembangunan infrastruktur bukan semata soal proyek fisik, melainkan juga instrumen untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di kota besar. Daerah seperti Sumedang harus menjadi bagian dari arus utama pembangunan nasional,” tegasnya.
Peresmian Jalan ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Sumedang untuk berkembang menjadi salah satu kawasan unggulan di Jawa Barat, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun kualitas hidup masyarakatnya.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan proyek ini. Pembangunan infrastruktur seperti ini harus terus didorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” Tukasnya.







