JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijrah, Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, pada Selasa (25/3/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wabup Fajar menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting), khususnya menjelang Lebaran.
“Kami sediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, frozen food, dan bumbu dapur seperti cabai dan tomat. Selain itu, kami juga akan terus mengevaluasi harga serta mengantisipasi lonjakan harga melalui aplikasi Sindang yang memantau harga secara real-time,” katanya.
Terkait harga minyak goreng, Fajar menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjaga harga agar tidak lebih dari Rp 18.000 per liter, sesuai dengan arahan Kemenko Perekonomian.
“Meskipun ada dinamika pasar, kami berusaha agar harga tetap stabil dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Fajar menambahkan bahwa Pemkab Sumedang akan terus menggelar GPM dan operasi pasar jika masih ada lonjakan harga yang dirasakan masyarakat.
“Jika inflasi meningkat dan masyarakat merasa terbebani, kami akan segera melakukan intervensi pasar,” tuturnya.
Gerakan Pangan Murah disambut antusias oleh warga setempat. Rini (33), salah satu warga Tanjungsari, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Ekonomi sekarang sedang sulit, jadi adanya GPM ini sangat membantu. Saya membeli beras dan sayuran dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar. Beras 5 Kg di sini hanya Rp58.000, sedangkan di pasar bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000,” ungkap Rini.
Hal senada warga Griya II Jatinangor, Nur Ela (34) merasa terbantu dengan program ini. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Harga telur di pasaran Rp30.000, tapi di sini hanya Rp25.000. Saya membeli telur, minyak, dan beras. Harapannya, harga sembako tetap terjangkau,” tuturnya. **







