JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Angin puting beliung melanda tiga dusun di Desa Malaka, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025) petang. Fenomena alam yang disertai hujan deras ini menyebabkan kerusakan pada 22 rumah warga, mulai dari kerusakan ringan hingga parah.
Adanya peristiwa tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang langsung melakukan asesmen ke lokasi kejadian.
Kasi Darlog BPBD Sumedang, Kosdiani mengungkapkan, akibat kejadian itu 14 rumah mengalami kerusakan berat dan 8 rumah rusak ringan. Banyak kerusakan disebabkan oleh pohon yang tumbang dan atap rumah yang beterbangan akibat hembusan angin kencang.
“Tim kami segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan awal, asesmen, serta membantu pemasangan terpal di rumah-rumah yang atapnya rusak. Fasilitas umum juga terdampak, seperti billboard dan neon box desa,” kata Kosdiani dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/4/2025).
Sebagian warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka. Pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya bekerja sama untuk melakukan pembersihan dan evakuasi di lokasi yang terdampak.
Kosdiani juga mengimbau warga untuk tetap waspada. Setelah kejadian, aparat desa setempat langsung memasang terpal di atap rumah yang gentengnya terbawa angin.
“Melihat beberapa bencana yang terjadi hampir bersamaan, kami mengimbau masyarakat Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang,” tambah Kosdiani.
Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan petir yang semakin meningkat selama musim hujan. Warga yang tinggal di daerah rawan angin kencang diminta untuk tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat hujan deras disertai angin kencang.
“Waspadalah terhadap cuaca ekstrem saat ini, karena musim penghujan yang disertai angin kencang dan petir sudah dimulai,” pungkasnya **







