BeritaHeadlineSumedang

Doa Bersama Hari Jadi Sumedang ke-448 Disertai Petisi Penolakan Rencana Geothermal Tampomas

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Memperingati Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448, sejumlah organisasi peduli lingkungan Tampomas, menggelar doa bersama dan diskusi di Wisata Cipanas Cileungsing, Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menandai 17 tahun penolakan terhadap rencana proyek panas bumi atau Geothermal, di kaki Gunung Tampomas.

Kegiatan ini diikuti berbagai organisasi, diantaranya Paguyuban Nafas Tampomas (Panas), Rukun Wargi Sumedang (RWS), Maung Muda Pasundan, Ghabah, Padepokan Legok Wangi, Padepokan Tembong Agung, serta masyarakat sekitar kaki Gunung Tampomas.

Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan pelaksanaan Rajah Kasumedangan, paparan sejarah perjuangan, paparan dari Rizoma, Tren Asia, Gunung Institut, sesi tanya jawab, hingga pembacaan petisi penolakan proyek Geothermal.

Tokoh masyarakat Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Eme, mengatakan, masyarakat bersama gabungan organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap kelestarian gunung, hutan, dan sumber air, menyampaikan dua poin penting dalam petisi tersebut.

Poin pertama, meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk segera menghentikan penawaran proyek panas bumi Tampomas kepada pihak pengusaha.

Poin kedua, meminta Gubernur Jawa Barat untuk segera turun langsung menemui warga terkait rencana proyek tersebut.

“Petisi ini dibuat agar menjadi perhatian pemerintah sekaligus bahan pertimbangan sebelum proyek tersebut benar-benar dijalankan,” katanya.

Menurutnya, rencana proyek Geothermal di kaki Gunung Tampomas, dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial, termasuk terbelahnya masyarakat antara pihak yang setuju dan yang menolak.

“Petisi ini kami sampaikan agar pemerintah benar-benar mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Kami khawatir jika proyek ini tetap berjalan, akan menimbulkan perpecahan sosial serta berdampak pada kelestarian lingkungan, terutama sumber air dan hutan di sekitar Gunung Tampomas,” tukasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800