15 Rumah di Tanjungsari Diterjang Angin, 5 Diantaranya Rusak Berat
JURNALSUMA.COM., SUMEDANG – Belasan rumah warga di Perumahan Ambar, Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, rusak diterjang angin kencang pada Jumat (31/3/2023) sore kemarin. Akibat peristiwa tersebut, 15 rumah milik warga terdampak, 5 diantaranya rusak berat.
Sabtu (1/4/2023) pagi, perangkat desa, babinsa dan bhabinkamtibmas melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan akibat terbawa kencangnya pusaran angin kencang.
Bahkan, atap dua lantai berupa baja ringan milik salah satu rumah warga yang terbang terbawa angin, menimpa rumah warga lainnya yang berada di bawahnya.
Salah seorang warga yang rumahnya terdampak, Dian Heryana mengatakan, musibah angin ribut ini terjadi sekitar pukul 17.50 WIB, saat komdisi cuaca tengah diguyur hujan deras disertai angin kencang.
“Kejadiannya kemarin sore saat hujan deras disertai angin kencang. Atap rumah warga pada rangka bajaringan berterbangan akibat terkena angin,” kata Dian.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena saat kejadian ia bersama anak dan istrinya tengah berada di dalam rumah dilantai bawah. Setelah peristiwa itu terjadi, kini keluarganya diungsikan ke rumah saudaranya.
Warga berharap, adanya bantuan dari pemerintah setempat terkait perbaikan rumah warga yang terdampak.
“Rumah saya yang rusak dibagian atap rumah semuanya habis. Harapannya ada bantuan buat kami yang rumahnya terdampak,” ucapnya.
Sementara itu kepala Desa Raharja, Husnadi menyebutkan, dari hasil pendataan ada sebanyak 15 rumah yang terdampak angin kecang, 5 rumah diantaranya rusak berat.
“5 rusak berat, sisanya rusak ringan dan sedang. Kami dari pihak desa baru bisa melihat dan mendata, belum bisa melakukan perbaikan secara langsung, dikarenakan belum adanya koordinasi dari pihak terkait,” kata Husnadi.
Penghuni dari 5 rumah yang rusak berat tersebut, kata Husnadi, diungsikan sementaran ke rumah tetangganya masing-masing. Rencananya warga desa dan BPBD akan melakukan pembersihan pada Sabtu siang nanti.
“Yang rumahnya rusak sementara ngungsi dulu, karena takut ada hujan airnya masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian materi yang dialami warga yang rumahnya rusak berat kurang lebih mencapai puluhan juta rupiah.







