BeritaSumedang Majalengka

4 JamWaktu Intens Untuk KBM Tatap Muka Pertama Di Sumedang

JURNALSUMA.COM.,SUMEDANG – Dua sekolah di Kabupaten Sumedang Jawa Barat yaitu SMA Al-Mustofa Pamulihan dan SMAN Tanjungkerta ditunjuk menjadi proyek percontohan belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan pengecekan terhadap kesiapan sarana, standar operasional prosedur dan perangkat lainnya serta kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMAN Tanjungkerta, Rabu (07/10/2020) dan sekaligus dilakukan simulasi dengan menghadirkan siswa secara langsung.

Dari hasil pengecekan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan secara keseluruhan SMAN Tanjungkerta sudah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka, dan kedepannya akan ada monitoring dari gugus tugas, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Bupati juga meminta semua guru berperan sebagai gugus tugas, yang selalu mengingatkan siswanya agar menjalankan protokol kesehatan.

“Nanti akan terus kami evaluasi perkembangan tatap mukanya, akan ada tahapan sampai siswa yang datang jumlahnya mencapai setengah dari kapasitas sekolah,” kata Dony.

Lebih jauh bupati mengatakan, diterapkannya metode pembelajaran tatap muka karena angka reproduksi virus corona di Sumedang masih terkendali, meski angkanya naik turun dan masuk zona kuning tetapi resikonya rendah.

Kepala Sekolah SMAN Tanjungkerta, Jajat Sudrajat mengaku pihaknya sudah sangat siap menjalankan proses belajar tatap muka di sekolah dengan menyiapkan sarana dan penunjang lainnya yang telah dipersiapkan selama 3 bulan.

Untuk tahap awal pihaknya akan menjalankan belajar tatap muka dengan 20 persen siswa dari total jumlah siswa yang ada dengan durasi selama 4 jam setiap harinya, tanpa ada jam istirahat dan diperbolehkan bagi siswa makan saat proses belajar berlangsung.

“Durasi kami hanya 4 jam, tanpa istirahat, tidak ada kantin, jadi siswa boleh bawa makanan dari rumah, dan boleh makan saat pembelajaran,” ucapnya.

Lebih lanjut Jajat mengatakan, untuk antisifasi penyebaran semua guru di SMAN Tanjungkerta telah menjalani tes swab, dan semua hasilnya negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button