BeritaSumedang

Ritual Sakral Panji Sumedang Digelar, Awali Kirab Budaya Kemaharajaan Sunda

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Menjelang pelaksanaan Karnaval Milangkala Tatar Sunda 2026 pada 2 Mei mendatang, Keraton Sumedang Larang bersama Masyarakat Adat Darmaraja menggelar prosesi sakral ngaruhan Panji Sumedang, Kamis (30/4/2026).

Prosesi ini dilakukan terhadap Panji Sumedang Larang, Tembong Agung, dan Himbar Buana sebelum dibawa bersama Mahkota Kemaharajaan Sunda dalam kirab budaya.

Kegiatan diawali dengan penerimaan panji di Pendopo Kecamatan Darmaraja, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Karomah Paniis.

Rangkaian ritual berlanjut ke Karomah Cipaku di kawasan Astana Gede hingga ke Gunung Lingga, Karomah Prabu Tadjimalela. Namun, prosesi di Astana Gede harus dialihkan ke Padepokan Cipaku karena lokasi aslinya kini terendam Bendungan Jatigede, termasuk makam Karomah Lembu Agung.

Prosesi ngaruhan Panji Sumedang tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga wujud penghormatan kepada para leluhur serta ikhtiar spiritual menjelang kirab budaya.

Perwakilan Keraton Sumedang Larang, Asep Sulaeman Fadil, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sarat dengan nilai moral yang relevan hingga saat ini.

“Prosesi ini mengandung pesan persatuan dan kasih sayang, serta menjadi pengingat agar nilai-nilai luhur Sunda tetap dijaga di tengah perkembangan zaman,” ujar Asep Sulaeman Fadil.

Karnaval Mahkota Kemaharajaan Sunda akan dimulai pada 2 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang dengan mengusung tema “Binokasih Mulang Salaka”. Setelah itu, kirab budaya akan berlanjut ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

Pada 3 Mei, kegiatan digelar di Kabupaten Ciamis dengan tema “Kawali Mulang Kadiri”. Selanjutnya 4 Mei di Kabupaten Tasikmalaya dengan tema “Kampung Naga Mapag Bagja”, dan 5 Mei di Kabupaten Cianjur melalui Kirab Budaya Cianjur.

Kirab berlanjut pada 6 Mei di Kota Bogor, 8 Mei di Kota Depok, 9 Mei di Kabupaten Karawang, serta 10 Mei di Kabupaten Cirebon.

Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada 16 Mei 2026 di Kota Bandung, dengan rute kirab dari Monumen Perjuangan hingga Gedung Sate.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai budaya, persatuan, dan kearifan lokal Sunda dapat terus lestari dan semakin menguat di tengah masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800