JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Dalam rangka mendukung program Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Barat di bidang pendidikan dan kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Lomba Toilet Bersih dan Sehat.
Lomba ini diikuti oleh pelajar dari berbagai tingkat sekolah, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK, yang akan berlangsung dari tanggal 21 Maret hingga 18 April 2025.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, lomba ini merupakan upaya nyata untuk mendukung program-program Pemerintah yang berfokus pada kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
“Lomba ini bukan hanya mendukung Program Pak Prabowo dan Pak Dedi Mulyadi, tetapi juga bertujuan untuk menata sekolah-sekolah agar menjadi lebih bersih dan sehat,” kata Dony, Minggu (23/3/2025).
Dony menambahkan, dengan fasilitas toilet yang bersih dan memadai, siswa diharapkan dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekolah mereka.
“Ketika fasilitas sekolah dijaga dengan baik, mereka akan termotivasi untuk ikut menjaga kebersihan,” tambahnya.
Dony menekankan kebersihan di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi membutuhkan kerja sama antara siswa, guru, staf sekolah, serta orang tua siswa.
“Kebersihan toilet bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, tetapi tugas bersama yang memerlukan sinergi dari seluruh komunitas sekolah,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pembangunan pendidikan dan lingkungan, Pemkab Sumedang telah melakukan berbagai langkah, seperti membangun ruang kelas baru, merehabilitasi sekolah yang rusak, serta menata toilet sekolah agar tetap bersih.
“Kami menginstruksikan agar setiap sekolah menerapkan prinsip pengolahan sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), guna mengurangi sampah dan memanfaatkan sampah untuk didaur ulang,” ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan menjelaskan, lomba ini melibatkan beberapa SKPD, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang.
“Penilaian lomba akan dilakukan selama satu bulan dengan Dinas LHK sebagai penyusun indikator penilaian, dan kami membagi tim penilai menjadi dua, yaitu tim kecamatan dan tim kabupaten untuk memastikan evaluasi yang maksimal,” ungkap Eka.
Lomba Toilet Bersih dan Sehat ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Sumedang (HJS), dengan pemenang lomba yang akan diumumkan pada acara puncak peringatan HJS.
Eka berharap bahwa lomba ini dapat menumbuhkan kesadaran sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih, serta mendorong kebiasaan baik yang dapat dipertahankan setelah kompetisi berakhir.
“Semoga melalui lomba ini, seluruh sekolah di Sumedang lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kenyamanan dan kesejahteraan siswa,” pungkasnya. **







