
JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Hari pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I tingkat SMA/SMK, diwarnai gangguan server, Selasa (10/6/2025). Kondisi ini membuat orangtua maupun calon siswa harus menunggu berjam-jam untuk dapat mendaftar.
Seperti yang terjadi di SMK Negeri Situraja, Kabupaten Sumedang, dimana gangguan jaringan terjadi sejak mulai dibukanya pendaftaran secara online.
“Prosesnya lancar, hanya mungkin karena serentak se Jawa Barat, jadi pas penginputan pendaftaran ada kendala sedikit,” kata Neni, salah satu orangtua pendaftar.
Kendala jaringan internet saat SPMB ini pun diakui oleh Panitia SPMB SMK Negeri Situraja, Ading Suherlan. Ia mengatakan, “server error” terjadi lantaran link SPMB diakses secara bersamaan oleh ribuan orang.
“Sangat disayangkan sekali setiap hari pertama SPMB itu kendalanya selalu terjadi delay pada sistem,” kata Ading Suherlan, Panitia SPMB SMK Negeri Situraja.
Padahal kata Ading, berdasarkan ketentuan Disdik Jawa Barat, SPMB dimulai pukul 08.00 WIB. Namun hingga pukul 12.00 WIB masih terjadi gangguan jaringan internet.
“Sampai jam 11.45 WIB servernya masih belum normal, memang terkadang muncul terkadang tidak, ini jelas mengganggu proses SPMB yang dulunya PPDB,” ujarnya.
Kata Ading, kendala jaringan internet terjadi setiap pendaftaran siswa baru secara online sejak tahun 2023. Oleh karena itu pihaknya meminta kejadian ini menjadi bahan evaluasi Disdik Jawa Barat.
“Yang kecewa disini tentu saja para orangtua, mereka menunggu dari pagi. Tentunya kami mendukung kebijakan Pemerintah Daerah Jawa Barat dalam hal ini Disdik Jawa Barat terkait regulasi dan lainnya. Mudah-mudahan di tahun berikutnya dalam pelaksanaan SPMB tidak terjadi lagi delay karena jaringan internet,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala SMK Negeri Situraja, Saiful Juntan menegaskan bahwa tidak ada praktik titip menitip atau pungli dalam proses SPMB. Ini sesuai instruktsi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Sesuai arahan pak Gubernur Jawa Barat agar jangan ada titip menitip calon siswa. Kami juga dapat arahan dari tim saber pungli melalui rapat kepala sekolah. Kami juga memasang spanduk untuk menghindari segala macam titipan maupun hal-hal lain yang menjurus tidak baik dalam SPMB ini,” tuturnya.
Pada SPMB tahun ini SMK Negeri Situraja sendiri menargetkan sebanyak 468 siswa baru untuk 13 kelas.







