JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Harga kedelai impor di Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan secara signifikan. Seperti yang terjadi di Gudang distributor Alam Sari Kedelai Argo, Jalan Prabu Gajah Agung, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Sabtu (11/11/2023).
Dari harga normal Rp 10 Ribu, kini sudah tembus di angka Rp 13 Ribu per kilogram. Naiknya harga kedelai impor di angka 30 persen ini, sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir.
“Buat perajin tahu sama tempe memang berat iya dengan kenaikan ini, walau pun naiknya itu secara bertahap,” kata Owner PT Alam Sari Kedelai Argo, Fajrah Sutrapraja.
Fajrah menyebutkan, meski suplay kedelai tergolong aman, sejumlah faktor seperti gagalnya panen produk impor serta banyaknya permintaan dari konsumen menjadi penyebab naiknya harga kedelai.
“Kenaikan harga kedelai kayanya dari gagal panen produk impor juga ditambah kebutuhannya juga lumbayan besar jadi akhirnya harga kedelai naik signifikan,” ucapnya.

Tingginya harga kedelai, kata Fajrah, berimbas pada turunya omset yang mencapai 40 persen. Hal tersebut diakibatkan berkurangnya jumlah pesanan dari konsumen yang merupakan perajin tahu dan tempe di Sumedang.
“Iya otomatis konsumen juga berkurang, karena penjualan sekarang itu aga turun. Penurunan sekarang itu 30 sampai 40 persen, karena perajin banyak yang mengurangi jumlah pembeliannya,” katanya.
Ia berharap, pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai agar tidak ada perajin tahu dan tempe yang dirugikan, khususnya produsen makanan berbahan dasar kedelai.
“Harapan saya pemerintah bisa membantu untuk menurunkan harga kedelai dengan cara impor, atau membantu para petani-petani di Indonesia agar bisa menanam kedelai yang lebih baik lagi,” harapannya.



