Viral 2 Oknum Kades Mesra di Tiktok, DPMD Sumedang Layangkan Surat Pemanggilan

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Sebuah video yang diduga dua oknum Kepala Desa (Kades) yang tengah beradegan mesra viral di media sosial (Medsos) dan membuat heboh warga Sumedang. Dalam video, terlihat pria dan wanita yang diduga oknum Kades di wilayah Kecamatan Wado sedang bermesraan. Bahkan diantaranya ada adegan, dimana sang kades wanita tengah mencium sang Kades pria dengan menggunakan seragam dinas.
Diketahui pria yang berada di dalam video tersebut berinisial AR yang merupakan Kades Ganjaresik. Sementara sang wanita merupakan Kades Cikareo Selatan berinisial TL, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Camat Wado, Sutisna membenarkan terkait video tersebut yang di upload di akun tik tok milik sang Kades pria hingga viral dan beredar dimasyarakat. Menurut Sutisna, keduanya merupakan Kades di wilayah Kecamatan Wado.
“Itu Kades wilayah Wado dan itu kekhilafan mungkin niatnya ingin eksen eksenan,” kata Sutisna, Rabu (11/05/2022).
Namun demikian Sutisna menegaskan, adegan mesra keduanya dalam video tersebut dinilai bisa menciderai kredibilitas kepala desa. Apalagi saat ini status keduanya masih memiliki pasangan masing-masing.
“Upaya dari kami kepada masyarakat percayakanlah kepada pemerintah jangan sampai pelayanan desa tersebut tidak berjalan, pelayanan tetap berjalan dan situasi kondusif,” tegas Sutisna.
Sementara itu kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang, Endah Kusyaman mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada kedua Kades tesebut, untuk dimintai klarifikasi terkait video yang beredar.
“Namun sehubungan dengan sesuatu hal dan kesibukan yang bersangkutan, tidak dapat hadir untuk memberikan keterangan,” kata Endah.
Selanjutnya Endah juga menyampaikan, pihaknya tetap akan berupaya untuk meminta klarifikasi dari keduanya. Agar permasalahan ini tidak menimbulkan gejolak dan segera dapat diselesaikan dengan secepatnya.
“Kami akan melayangkan surat lagi, panggilan kepada yang bersangkutan untuk dimintai keterangan apa yang terjadi dalam video,” tandasnya.







