BeritaHeadlinePeristiwaSumedang

Polda Jabar Lakukan Olah TKP Kecelakaan Maut Rombongan Peziarah di Cae Sumedang

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Barat diterjunkan untuk membantu penyelidikan kecelakaan maut yang menewaskan empat orang di Jalan Raya Malangbong-Wado, tepatnya di kawasan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) tersebut dilaksanakan oleh Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar bersama Satlantas Polres Sumedang, Senin (3/11/2025).

Kasubdit Gakkum Polda Jabar, Kompol Mohammad Amirul Hakim mengatakan, penggunaan alat TTA bertujuan untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan, baik dari faktor manusia, jalan, kendaraan, maupun faktor cuaca.

“Olah TKP sudah dilakukan oleh Polres Sumedang, dan kami dari Polda hanya melakukan backup dengan teknologi TAA. Tujuannya agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara jelas, baik dari sisi manusia, kendaraan, kondisi jalan, maupun faktor cuaca,” kata Amirul.

Menurutnya, proses analisis memakan waktu sekitar dua jam. Hasil akhir baru dapat disimpulkan setelah seluruh data pemindaian dan keterangan saksi dianalisis secara menyeluruh.

“Kesimpulan akhir, akan diambil berdasarkan hasil analisis alat TAA dan keterangan sejumlah saksi,” ucapnya.

Sementara itu, sopir microbus bernomor polisi E 7566 KC, bernama Dedeng Iskandar (55), hingga kini belum dapat dimintai keterangan, karena masih menjalani perawatan intensif di RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang akibat luka yang cukup serius.

Dari temuan awal, petugas mendapati bahwa kontur jalan di lokasi kejadian memiliki kemiringan mencapai 80 derajat dengan tikungan tajam. Polisi juga, tidak ditemukan jejak pengereman di jalur yang dilalui microbus sebelum terguling.

“Kemiringan jalan di lokasi cukup ekstrem. Tidak ada bekas rem yang terlihat, sehingga kemungkinan ada masalah pada sistem pengereman, atau sopir dalam kondisi lelah. Faktor pencahayaan jalan yang minim juga sedang kami telusuri,” tambahnya.

Dalam olah TKP tersebut, tim TAA melakukan pemindaian di empat titik lokasi untuk memetakan jalur kendaraan sebelum dan sesudah terguling. Hasil penelitian ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi mengenai kelayakan jalan bagi kendaraan besar.

“Kelayakan jalan ini akan kita bahas bersama dalam forum komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan setelah semua hasil analisis selesai,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, peristiwa kecelakaan maut tersebut terjadi pada Sabtu (1/112025) malam kemarin. Akibat kecelakaan ini, empat penumpang meninggal dunia, sementara belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800