JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV (Jabar-Banten), saat ini tengah menggelar KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa.
Kegiatan ini juga melibatkan 48 perguruan tinggi dibawah naungan LLDIKTI Wilayah IV.
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman menyebutkan, ada 260 orang mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Sumedang. Mereka tersebar di 26 desa 26 Kecamatan.
“Jadi tiap kecamatan satu desa, dan ini sifatnya piloting, yang angka kemiskinan dan stuntingnya tinggi,” kata Herman, saat rakor KKN Tematik di Gedung Negara, Sumedang, Senin (19/11/2023).
Para mahasiswa ini kata Herman, sudah turun kelapangan sejak 25 September 2023, dan akan berakhir pada 25 Januari 2024.
“Jadi ini baru tahap pertama. Tadi kami sepakati akan dilanjutkan putaran ke 2 KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa di 251 desa kelurahan sisanya,” katanya.
Herman mengatakan, kerjasama KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa di Sumedang ini, baru pertama kali diadakan di seluruh Indonesia. Dimana pendanaannya dilakukan secara iuran antara Pemda dengan LLDIKTI.
“Kami juga dibantu oleh swasta, salah satunya dari BJB yang memberikan stimulus Rp 10 juta per desa. Dan nanti ada juga dari lainnya,” imbuhnya.
Hasil yang ingin dicapai dalam KKN Tematik ini, yakni penurunan kemiskinan, penurunan stunting, dan peningkatan daya saing desa.
“Penurunan kemiskinan indikatornya adalah meningkatnya literasi masyarakat miskin ekstrim, targetnya 100 persen. Yang kedua indikatornya zero new stunting, targetnya 100 persen. Yang ketiga targetnya satu desa satu produk,” ujar Herman.
Dari pengecekan dilapangan selama satu setengah bulan ini, para mahasiswa larut dengan masyarakat, dalam mengatasi kemis, stunting, dan meningkatkan daya saing desa.
“Ini keren. Apabila konsisten dalam satu tahun kedepan insya Allah Sumedang akan berubah. Dan itu bisa menjadi referensi, mudah-mudahan bisa jadi motivasi kabupaten/kota lain di Indonesia. Jadi kami bukan hanya untuk Sumedang, tapi juga Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, DR. M. Samsuri, S.Pd., M.T., I.Pu, mengatakan bahwa program perguruan tinggi membangun desa tidak semata-mata ditentukan oleh perguruan tinggi atau mahasiswa itu sendiri. Faktor yang paling menentukan sukses tidaknya program tersebut adalah Pemda dan masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung program KKN Tematik Gotong Royong Membangun Desa bersama Pemda Sumedang.
“Ketika Pemda dan masyarakatnya menyambut, maka sinerginya berjalan. Jadi harus suka sama suka. Jadi istilahnya kolaboratif, gayung bersambut,” kata Samsuri.






