Satu Keluarga di Sumedang Lolos dari Maut Setelah Rumahnya Tergerus TPT Longsor

JURNALSUMA.COM., SUMEDANG – Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga malam hari, sebuah rumah di Dusun Nagrak, Desa Cikareo Utara, Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang Jawa Barat rusak berat, setelah Tembok Penahan Tebing (TPT) di bawahnya terbawa longsor, Minggu (26/3/2023) malam.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun TPT setinggi 2 meter yang longsor membuat satu keluarga terpaksa harus diungsikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemilik rumah, Ade Tata (56) menuturkan, longsor yang menimpa rumahnya terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat kondisi cuaca sedang diguyur hujan deras. Sebelum longsor dirinya sudah punya firasat akan terjadi bencana. Sehingga ia dan semua keluarga penghuni rumah langsung bergegas menyelamatkan diri.
“Sebelum longsor itu terasanya rumah goyang seperti gempa. Kemudian saya sama keluarga keluar ke rumah anak saya. Setelah itu baru dapat kabar dari tetangga bahwa rumah saya longsor,” kata Ade, Senin (27/3/2023) pagi.

Beruntung semua penghuni rumah selamat dalam kejadian itu. Namun, rumah Ade kini rusak berat sehingga untuk sementara tidak bisa dihuni.
“Sekarang mengungsi dulu ke rumah anak saya. Harapannya ada bantuan untuk memperbaiki rumah saya, karena saat ini memang itu yang kami butuhkan,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Cikareo Utara, Lili mengatakan, sejumlah warga dan perangkat desa secara bergotong royong membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya. Namun untuk penanganan darurat atap rumah dipancang menggunakan tiang dari bambu agar tidak ambruk.
“Penanganan darurat kita pakai bambu dulu sebelum diadakan renovasi. Karena ini memerlukan biaya yang sengat besar sekitar Rp 20 juta,” kata Lili.
Dikatakannya, selain mengakibatkan satu rumah mengalami rusak berat, peristiwa tersebut juga membuat dua rumah milik warga lain yang berada di bawahnya juga terancam jika longsor kembali terjadi.
“Dikawatirkan terjadi longsor susulan karena sudah ada retakan. Kami imbau kepada warga jika hujan kembali turun untuk pindah ke tempat lebih aman,” katanya.







