Beranda / Sumedang Majalengka / Sumedang / Masih Banyak Masalah Sosial di Sekolah, Baznas Goes To School Jadi Solusi

Masih Banyak Masalah Sosial di Sekolah, Baznas Goes To School Jadi Solusi

Masih Banyak Masalah Sosial di Sekolah, Baznas Goes To School Jadi Solusi, JurnalSuma

JURNAL SUMA.COM Dalam rangka membantu penanganan masalah pendidikan yang masih saja terjadi di Sekolah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Sumedang Jawa Barat, meluncurkan program Baznas Goes To School.

Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan mengatakan, program Baznas Goes To School yang baru diluncurkan pada bulan Agustus lalu, diharapkan dapat menjadi penyintas masalah pendidikan di setiap sekolah yang ada di Sumedang.

“Dengan program Goes To School ini diharapkan bisa lebih cepat teratasi, cepat tereksekusi, sehingga bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang,” kata Ayi, saat menggelar jumpa pers di Command Center Baznas Kabupaten Sumedang, Jumat (20/10/2023).

Ayi menuturkan, hingga kini masih ditemukan banyak fenomena permasalahan sosial seperti keluarga miskin, anak terlantar, kurangnya akses dan pemenuhan kebutuhan pendidikan, terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan serta berbagai permasalahan lainnya.

“Mengenai hal itu, tentu perlu ditangani oleh berbagai pihak secara kongkrit, berkesinambungan dan tepat sasaran,” tuturnya.

Masih Banyak Masalah Sosial di Sekolah, Baznas Goes To School Jadi Solusi, JurnalSuma

Di Sumedang, argumentasi rasional saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memiliki kemampuan untuk melaksanakan zakat, atau setidaknya infak dan sedekah. Namun pada sisi lain, masyarakat juga belum sepenuhnya menyadari tentang pentingnya peran dan manfaat zakat dalam meningkatkan taraf kehidupan umat.

“Baznas Kabupaten Sumedang selaku lembaga pengelola zakat, dituntut untuk mampu mewujudkan berbagai upaya dan strategi yang tepat agar hasil pengumpulan zakat, infaq dan sedekah dapat diberdayakan secara optimal agar menghasilkan dampak dan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat termasuk di sekolah. Salah Satu bentuk upaya dan strategi yang ditempuh Baznas Kabupaten Sumedang untuk mewujudkan optimalisasi pengumpulan dan pemberdayaan zakat, infak dan sedekah diselenggarakannya Gerakan Infak Dua Ribu Program Baznas Goes To School,” ucapnya.

Program Baznas Goes To School, kata Ayi, merupakan program inovasi Baznas yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, untuk mewujudkan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan melalui Infaq Sedekah. Sehingga sekolah dapat berperan dalam menjadikan anak didik sebagai generasi muda yang cerdas dan memiliki kepedulian sosial.

“Infaq sedekah ini untuk membantu anak didik sebagai bentuk peran dan partisipasi dalam mewujudkan terselenggaranya bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu di lingkungan sekolah itu. Selain itu juga guna membiasakan anak didik untuk berinfak dan melestarikan budaya gotong royong dalam mewujudkan kepedulian sosial terhadap sesama. Program ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran, fungsi dan manfaat zakat, infak dan sedekah bagi peningkatan taraf kehidupan umat. Mewujudkan bantuan pendidikan bagi anak didik kurang mampu dan mewujudkan siswa bermoral dan berprestasi,” ujarnya.

Untuk pelaksanaannya sendiri, Ayi menyebutkan bila Baznas Sumedang membentuk dan menerbitkan Surat Keputusan pembentukan Unit pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah atas usulan dari kepala sekolah yang akan bekerjasama menjalankan Program Baznas Goes To School. Selanjutnya, Baznas menyusun dan menyerahkan petunjuk teknis program serta kupon infaq dua ribu kepada UPZ Sekolah dibawah naungan Disdik dan Kemenag Sumedang.

“Disdik dan Kemenag juga mengakomodir dan memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lingkungan UPZ Sekolah. Selanjutnya, UPZ Sekolah melaksanakan penghimpunan infaq dua ribu sesuai kupon yang diterima dan menyalurkan bantuan berdasarkan pengajuan rencana penyaluran yang telah disetujui Baznas Kabupaten Sumedang. Dan UPZ Sekolah juga menyusun laporan penghimpunan dan penyaluran infaq sesuai dengan format yang telah ditentukan. Pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan akan dipublikasian melalui saluran Media Sosial BAZNAS Kabupaten Sumedang setiap 2 bulan sekali,” ucapnya.

Hingga saat ini, tambah Ayi, sebanyak 166 UPZ Sekolah di bawah naungan Kemenag Sumedang sudah terbentuk, mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sedangkan sekolah di bawah naungan Disdik sudah terbentuk 605 UPZ Sekolah, mulai dari tingkat SD, Sekolah Menengah Pertama berjumlah 67 UPZ Sekolah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *