JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Upaya tawuran yang diduga akan dilakukan oleh sejumlah pelajar SMK di Kabupaten Sumedang Jawa Barat, berhasil digagalkan, Kamis (31/7/2025).
Aksi tawuran tersebut, diduga akan dilakukan di kawasan Situs Bataray, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Ketua RT 01 RW 01 Dusun Keboncau, Ugih Permadi mengaku, pertama kali mengetahui adanya indikasi tawuran dari informasi yang disampaikan oleh istrinya, sesaat setelah ia tiba di rumah sepulang bekerja.
“Istri saya yang kasih tahu. Katanya ada yang mau tawuran, karena saya baru pulang bekerja,” kata Ugih.
Tanpa menunda waktu, Ugih segera menuju Situs Bataray lokasi yang diduga akan dijadikan aksi tawuran oleh para pelajar. Namun, saat ia tiba di lokasi bersama pihak kepolisian, para pelajar sudah lebih dulu kabur.
“Saya langsung pergi lagi ke atas (Situs Bataray) untuk memastikan adanya aksi tawuran. Begitu saya sampai di sana, mereka itu sudah tidak ada. Kami pun bersama masyarakat akan terus siaga, di tempat-tempat yang akan dijadikan aksi tawuran,” ucapnya.
Mengetahui laporan adanya indikasi aksi tawuran dari masyarakat, Tim Kujang Polres Sumedang pun langsung mendatangi lokasi kejadian.
Komandan Regu 2 Tim Kujang Polres Sumedang, Aipda Riki Fajar membenarkan adanya laporan tersebut. Saat tim tiba di lokasi, para pelaku sudah tidak berada di tempat, namun penyisiran tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan keberadaan pelajar lain di sekitar lokasi.
“Benar, kami menerima laporan dari warga terkait rencana aksi tawuran. Saat kami tiba, para remaja sudah membubarkan diri. Namun kami tetap lakukan patroli dan pemeriksaan terhadap pelajar yang melintas di area tersebut,” kata Riki.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan penyisiran tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi ke tempat-tempat lainnya, mulai dari kawasan Panyirapan, Pamarisen, hingga Kawasan jalan raya Rancakalong. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pelajar yang diduga akan melakukan aksi tawuran.
“Kami akan terus melakukan penyisiran, khususnya di area-area yang sering dijadikan tempat berkumpul pelajar untuk mencegah terjadinya aksi tawuran,” ucapnya.
Pihak kepolisian berharap kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan terus terjalin demi menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan, khususnya dari ancaman aksi kenakalan remaja seperti tawuran.
“Kami imbau kepada warga untuk segera melapor ke pihak terkait, baik melalui desa, Polsek terdekat, maupun Polres, jika terjadi aksi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.







