Beranda / Sumedang Majalengka / 10 Hari Hilang, Seorang Perempuan Ditemukan Meninggal di Hutan Leuweung Angkap

10 Hari Hilang, Seorang Perempuan Ditemukan Meninggal di Hutan Leuweung Angkap

JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Sempat dinyatakan hilang selama 10 hari, seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di area Hutan Leuweung Angkap, Desa Jambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/6/2023). Saat ditemukan, korban  sudah dalam keadaan membusuk.

Jenazah korban diketahui bernama Acih (40) warga setempat yang sempat menghilang dan dilakukan pencarian selama 10 hari oleh pihak keluarga. Jenazah Acih ditemukan dalam kondisi terlentang tepat dibawah pohon di area lereng hutan leuweung angkap.

Tim Inafis dari Polres Sumedang, dibantu tim medis Puskesmas Tanjungsari dan Polsek, melakukan olah tempat kejadian (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kepala Dusun 2 Desa Cijambu, Jaenudin mengatakan, jenazah ditemukan warga yang tengah berkebun sekira pukul 08.00 WIB, lantaran mencium bau busuk di area hutan yang berdekatan dengan kebun kopi.

“Tadi ada pak RW menelepon saya kurang lebih sekitar pukul 7.30, kita langsung ke lokasi Gunung itu blok Ciangkap,” kata Jaenudin.

Lokasi ditemukannya korban, kata Jaenudin, berjarak kurang lebih 5 kilometer dari permukiman warga. Sebelumnya korban sempat meninggalkan rumah selama 10 hari dan dilakukan pencarian oleh keuarga.

“Korban itu adalah warga Ciwangsa RW 09 Desa Cijambu. Korban memang sempat meninggalkan rumah dalam 10 hari,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Tanjungsari, Kompol Ahmad Nurzaman mengatakan, awalnya jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak ke kebun kopi. Warga sempat mencium bau busuk yang menyengat dan ternyata ada sesosok mayat.

“Kemudian warga melaporkan ke RW dan pihak ke polisian. Kami langsung ke lokasi kejadian bersaman
keluarganya. Keluarganya itu datang ke lokasi dan ada mayat tergeletak di bawah, dan suaminya melihat langsung dia sok, suaminya meyakini bahwa korban itu merupakan istrinya karena disitu ada selimut
kalau wajahnya sudah tidak kelihatan wajah,” kata Kapolsek.

Setelah dilakukan olah tkp oleh tim Inafis Polres Sumedang, kepolisian menwmukan tali rapia dibatang pohon dan di leher korban. Diduga korban melakukan aksi bunuh diri, hingga tali putus dan korban ditemukan dalam keadaan terlentang.

“Kami menemukan tanda-tanda kematian, yang mana dilehernya ada tali rapia, terus di atas pohon juga ada tali rapia juga yang putus. Kemunginan dia (korban) loncat bunuh diri,” ucapnya.

Lokasi penemuan jenazah sendiri merupakan area yang berdekatan dengan kebun milik korban. Dikarenakan pihak keluarga menolak jenazah untuk diotopsi pihak kepolisian, korban pun dibawa ambulan kerumah duka dan akan langsung dimakamkan pihak keluarga.

“Tadinya kami akan bawa jenazah ini untuk dilakukan otopsi ke rumah sakit, namun pihak keluarga menolak untuk diadakan otopsi. Selanjutnya jasad korban akan langsung dimakamkan oleh pihak keluraga,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *