Beranda / Sumedang Majalengka / Sempat Terpuruk Akibat Pandemi, Perajin Wide di Sundamekar Sumedang Bangkit Kembali

Sempat Terpuruk Akibat Pandemi, Perajin Wide di Sundamekar Sumedang Bangkit Kembali

JURNALSUM.COM.,SUMEDANG – Pandemi Covid-19, berdampak pada semua sektor. Tak terkecuali bagi para perajin wide atau tirai bambu di Desa Sundamekar, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Semenjak pandemi melanda, produksi para perajin wide ini sempat terhenti. Penghasilan yang didapat, pun ikut menurun.

Namun berkat keuletan dan kesabaran, para perajin wide di Desa Sundamekar, kini mulai bangkin kembali. Produksi wide berbahan dasar bambu, mulai berjalan kembali setelah sempat terhenti akibat pandemi.

Ina Supriatna, misalnya. Salah seorang perajin di Desa Sundamekar yang menggeluti usaha pembuatan wide bersama istrinya, mulai pulih setelah sempat terhenti. Kala itu, permintaan konsumen mengalami penurunan yang sangat drastis selama pandemi.

“Kalau sekarang permintaan mulai kembali banyak dan pesanan dari penjualan juga cepat” kata Ina.

Kini dalam sehari, Ina bisa memproduksi enam sampai delapan lembar wide yang pemasarannya sendiri mencakup pulau Jawa. Bahkan sampai ke Pulau Sumatera.

“Kalau sekarang kendalanya di cuaca, karena akan berpengaruh pada kualitas wide yang dihasilkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sundamekar, Imam Mulyono mengatakan, hampir 70 persen warga Sundamekar merupakan perajin wide.

Kualitas wide yang diproduksi warganya, sudah mampu bersaing dengan produksi wide di wilayah lainnya, seperti Cirebon.

“Banyak juga permintaan dari luar Pulau Jawa, bahkan karena pengirimannya jauh ada yang sampai perajinnya dibawa kemana,” ujar Imam.

Menurut Imam, kerajinan wide merupakan kerajinan turun temurun yang sudah digeluti warga Sundamekar sejak awal tahun 80-an. Warisan itu, mampu bertahan hingga sekarang dengan hasil produksi berbagai macam jenis dan ukuran wide yang bisa dipesan langsung konsumen.

“Konsumen bisa memesan langsung ke perajin dengan harga yang relatif, tergantuk jenis dan ukuran,” kata Imam.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *