JURNAL SUMA.COM., SUMEDANG – Upaya penanganan jalan ambles di Blok Haurpapak, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus dilakukan sembari menunggu terbitnya izin penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan untuk pembangunan trase jalan baru.
Ruas jalan tersebut terpaksa ditangani secara bertahap, karena berada di wilayah dengan tingkat pergerakan tanah yang tinggi. Kondisi ini membuat jalan lama dinilai tidak lagi aman sehingga harus direlokasi.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, jalan di Blok Haurpapak memiliki peran strategis sebagai penghubung Sumedang-Surian. Selain menjadi akses utama warga, jalan itu juga dibutuhkan agar alat berat berukuran kecil dapat masuk untuk memperbaiki ruas Cisumur menuju pusat pemerintahan Kecamatan Surian di Desa Surian.
“Penanganan sementara ini penting agar jalan tetap bisa dilalui dan mendukung mobilisasi peralatan untuk perbaikan ruas Cisumur-Surian,” kata Dony saat meninjau lokasi perbaikan, Minggu (14/12/2025).
Menurutnya, selama ini salah satu kendala utama perbaikan jalan Cisumur-Nanggerang adalah terbatasnya akses alat berat menuju Blok Haurpapak.
“Dengan penanganan yang sedang dilakukan, diharapkan pengangkutan logistik dan peralatan perbaikan jalan dapat berjalan lebih lancar,” ucapnya.
Dony mengungkapkan, ruas jalan di Blok Haurpapak sudah beberapa kali diperbaiki. Namun, pergerakan tanah yang masih aktif menyebabkan kerusakan kembali terjadi.
“Ini sudah yang keempat kalinya dilakukan penanganan. Alhamdulillah sekarang jalan bisa dilalui dengan aman dan lebih nyaman bagi pengguna,” katanya.
Terkait rencana relokasi permanen, Pemerintah Kabupaten Sumedang masih menunggu persetujuan penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan. Dony menegaskan pihaknya terus berupaya mempercepat proses perizinan tersebut.
“Kami masih menunggu izin dari Kemenhut. Bahkan Jumat kemarin saya langsung datang untuk menyampaikan pentingnya izin ini karena jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (**)







