JURNALSUMA.COM.,MAJALENGKA – Inisiatif alihkan usaha dimasa pandemi, warga di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, sukses menggeluti usaha pembuatan kerupuk kulit. Omzet yang diraihnya, mencapai ratusan juta rupiah.
Dia, merupakan Muhammad Ibrohim. Warga Blok Ahad RT 02 RW 01 Desa Heuleut Kecamatan Kadipaten. Berkat keuletannya berkreasi menciptakan olahan kerupuk berbahan dasar kulit sapi yang memiliki tektur lembut dengan rasa yang gurih serta renyah. Produknya, sudah mampu menembus pasar Jabodetabek dan Sumatera.
Saat ditemui Jurnalsuma.com, Muhammad Ibrohim bercerita, bahwa sebelumnya dia hanya sebagai pemasok kulit sapi untuk kebutuhan pembuatan jaket. Namun karena harga kulit mengalami penurunan yang drastis, Muhammad Ibrohim memutuskan mengolah kulit sapi menjadi cemilan.
“Harga kulit mentah yang kurang laku, ya akhirnya mencoba produksi kerupuk kulit, dan cukup menjanjikan,” kata Muhammad.
Dalam sehari, Muhammad mampu memproduksi 90 bungkus kerupuk kulit kemasan satu kilogram dengan harga Rp.100.000, berlabel kerupuk kulit sapi MB.
“Kalau distrubusi, Alhamdulillah sudah ke Subang, Karawang, Purwakarta, Banduung, Garut, Jabodetabek, Jawa Tengah dan Sumatera,” ucap Muhammad.
Sementara, salah seorang pembeli, Windi Anggraeni mengatakan, selain memiliki cita rasa yang gurih dan renyah, kerupuk kulit sapi SB aman karena tidak mengandung bahan pengawet kimia.
“Menurut saya gurih. Ini juga beda, teksturnya engga bikin seret di tenggorokan,” ujat Windi.
Selain itu, produksi kerupuk kulit sapi SB juga memiliki berbagai pilihan kemasan. Selain daro kemasan satu kilogram dengan harga Rp.100.000, kemasan setengah kilogram dengan harga Rp.50.000, seperempat kilogram Rp.25.000 dan kemasan kecil Rp.2.000.
“Harganya juga terjangkau. Jadi cocok juga buat dijadikan oleh-oleh,” ucapnya.






